FESTIVAL LASKAR PELANGI: Branding Kepariwisataan Bangka Belitung

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

BELITUNG – Festival Laskar Pelangi, sebuah festival yang iconic dalam mempromosikan pariwisata Bangka Belitung kembali diselenggarakan di bumi laskar pelangi. Bertempat di Hotel Lor In, Tanjung Tinggi, Belitung, acara pembukaan Festival Laskar Pelangi diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, K. A Tajuddin, dan juga dihadiri oleh Bupati Belitung Sahani Saleh, Kamis 27 Agustus 2015.


Festival Laskar Pelangi tahun ini merupakan kali keempat diselenggarakannya. Penyelenggaraan pertama hingga ketiga dilaksanakan pada tahun yang sama, yakni Februari, April, dan Juni 2014. Berbeda dengan festival pertama hingga ketiga yang bertemakan puisi dan jazz, kali ini Festival Laskar Pelangi mengangkat tema tarian. “Mengapa tarian? Karena tarian sudah semakin ditinggalkan pada zaman sekarang ini. Tarian merupakan salah satu unsur seni dan budaya kekhasan suatu daerah,” tutur pihak panitia penyelenggara. Festival Laskar Pelangi kali ini akan diisi dengan berbagai macam tarian baik tradisional ataupun kontemporer.Dalam sambutannya Tajuddin menuturkan bahwa Bangka Belitung sudah tepat menetapkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan dari Provinsi kita. Pariwisata akan memicu pertumbuhan dan berkembangan pada sektor-sektor lainnya yang pada akhirnya akan membantu perekonomian masyarakat. Tentunya upaya-upaya untuk memajukan kepariwisataan Bangka Belitung akan terus dilakukan. Dan salah satu upaya tersebut dapat dilakukan melalui branding aset-aset kepariwisataan itu sendiri.

Pada puncak acaranya Sabtu 29 Agustus 2015, 700 orang anak terdiri dari pelajar SD dan SMP yang berasal dari daerah Tanjung Tinggi dan sekitarnya membawakan tarian kolosal yang diberi nama tarian “Pendulang Timah”. Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat Bangka Belitung yang mata pencaharian terbesarnya adalah mendulang timah. Gerakan tarian yang ditampilkan kali ini merupakan penyempurnaan dari tarian kolosal pada Festival Laskar Pelangi tahun 2014 lalu. Penampilan tarian kolosal “Pendulang Timah” ini mendapatkan penghargaan dari Original Record Indonesia (ORI), sebagai rekor body painting terbanyak. (Erna)

Photo: Ernawati dan Eka Medista

Editor: Mustiar

Sumber: 

Humas Disbudpar