Workshop Fasilitasi Pengembangan Wisata Sejarah dan Religi (Cheng Ho)

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

Pangkalpinang – Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, mengadakan Workshop Fasilitasi Pengembangan Wisata Sejarah dan Religi (Cheng Ho) untuk yang kedua kalinya di Hotel Puncak, Pangkalpinang, Senin (14/12/15). Workshop pertama telah dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2015 yang lalu, di Hotel Soll Marina, Pangkalan Baru, Bangka Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menggali lebih dalam sejarah persinggahan Laksamana Cheng Ho untuk menyusun pola perjalanan wisata pada Jalur Samudera Cheng Ho.

Dalam sambutannya, Lokot, selaku Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengatakan bahwa pemerintah akan terus menggali sejarah persinggahan Laksamana Cheng Ho di beberapa daerah di Indonesia yang pada masa itu menjadi tempat tujuan Laksamana Cheng Ho dalam menjalankan misi kebudayaan. “Beberapa daerah di Indonesia yang pernah disinggahi oleh Laksamana Cheng Ho adalah seperti Aceh, Palembang, Semarang, Tuban, Mojokerto, dan lain sebagainya,” kata Lokot.

Masih dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tajuddin, mengatakan bahwa membuka destinasi Jalur Samudera Cheng Ho di Bangka Belitung merupakan usaha meningkatkan kunjungan wisatawan yang potensial. Hal ini dikarenakan adanya keterikatan kekerabatan nenek moyang berdarah Tiong Hoa yang berada di Tiongkok dan juga di Bangka Belitung. “Masyarakat Bangka Belitung sudah sangat akrab dengan kehidupan masyarakat Tiong Hoa. Bahkan tak jarang dalam silsilah suatu keluarga terdapat dua ras yakni Melayu dan Tiong Hoa,” tambah Tajuddin saat meresmikan pembukaan kegiatan ini.

Saat ini wilayah Bangka Belitung masih dalam tahap inventarisasi daerah-daerah mana saja yang tepatnya pernah disinggahi oleh Laksamana Cheng Ho dan apa-apa saja bentuk peninggalannya. Kegiatan ini juga melibatkan tokoh perwakilan warga Tiong Hoa, yakni Ketua Perhimpunan Tiong Hoa Indonesia (PITI), M. Pajar atau juga dikenal dengan nama Cen Fan Thu asal Sungai Liat, Kabupaten Bangka, dengan harapan dapat membantu pemerintah dalam menggali sejarah persinggahan Laksamana Cheng Ho di Bangka Belitung melalui komunitasnya. Harapannya, peluncuran destinasi Jalur Samudera Cheng Ho nantinya didukung dengan data-data aktual.

Dibukanya destinasi Jalur Samudera Cheng Ho merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencapai target wisatawan hingga tahun 2019 khususnya mancanegara yakni 20 juta dan angka optimum 275 juta. Destinasi Jalur Samudera Cheng Ho dipandang potensial mendatagkan wisatawan ke Indonesia. Hal ini sudah lebih dulu dibuktikan oleh negara-negara lain di Asia seperti Singapura dan Malaysia yang sangat dekat dengan kebudayaan Tiong Hoa dalam keseharian masyarakatnya.

Penulis                   : Ernawati Arif

Fotografer               : Rafiq Elzan

Sumber: 

Humas Disbudpar