Penyuluh Bantu Pemerintah Berikan Pemahaman Manfaat Pariwisata Bagi Masyarakat

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

PANGKALPINANG – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyuluh Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (9/5).

Bertempat di Hotel Santika, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, kegiatan ini secara resmi dibuka oleh K. A Tajuddin selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam sambutannya, Tajuddin mengatakan bahwa pada saat ini Bangka Belitung sedang mendapat perhatian yang besar dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya, terkait dengan perkembangan pariwisata di Bangka Belitung. Perhatian ini didapat dari berbagai upaya pariwisata yang selama ini dilakukan secara berkesinambungan.

“Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pariwisata berencana akan menambah KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), setelah sebelumnya Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung. Dari hasil koordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, didapat beberapa titik di Pulau Bangka yang akan direncanakan sebagai KEK, yakni Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Bangka Selatan,” kata Tajuddin.

“Tanjung Kelayang yang telah ditetapkan sebagai KEK didanai oleh pemerintah hingga 18 triliun untuk pengolahannya. Dengan alokasi dana sebesar ini, tentunya akan dapat sangat mendukung dalam memaksimalkan pembuatan KEK tersebut. Semakin banyak KEK di Bangka Belitung, menandakan bahwa Bangka Belitung semakin siap untuk menerima wisatawan baik domestik dan mancanegara,” lanjut Tajuddin.  

Pembangunan KEK akan berdampak besar bagi masyarakat. Karena masyarakat adalah tuan rumah yang sekaligus akan mengolah pariwisata daerahnya sendiri untuk kemudian diambil manfaatnya demi kesejahteraan masyarakat.

Titin Sukarya selaku Master Trainer pada bimtek ini mengatakan, “Masyarakat merupakan aset utama penggerak pariwisata suatu daerah. Namun sebagai peggerak, masyarakat harus diberikan wawasan mengenai pariwisata beserta manfaatnya karena dalam sektor pariwisata, masyarakat juga merupakan penyedia barang dan jasa pariwisata yang akan memenuhi kebutuhan para wisatawan.”

Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari berturut-turut, yakni dari tanggal 09 sampai dengan 10 Mei 2016 ini, melibatkan beberapa pihak terkait, seperti Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dewan Kesenia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Lembaga Adat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, UBB, SMK Pariwisata, ASITA, HPI, PHRI, pengusaha bidang pariwisata, dan lain sebagainya.

Tajuddin meyakini dan berharap bahwa upaya-upaya terkait kepariwisataan yang selama ini dilaksanakan, pada akhirnya akan membawa Bangka Belitung pada pengembangan pariwisata yang jauh lebih besar. Untuk itu hendaknya masyarakat mampu memberikan peran aktif dalam bersinergi dengan pemerintah untuk pengembangan tersebut dan tidak putus asa untuk terus meyakni bahwa sektor pariwisata ini akan memberikan hasil yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.

Untuk itu diharapkan para penyuluh pariwisata dapat mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah terkait pengembangan pariwisata kepada masyarakat yang didasarkan pada nilai-nilai sadar wisata. Sehingga masyarakat dengan mudah dapat memahami apa yang menjadi tujuan pemerintah terhadap sektor pariwisata ini.

Fotografer               : Rafiq Elzan

Sumber: 

Disbudpar Prov. Kep. Babel