Lembaga Sensor Film Indonesia Rencanakan Bentuk LSF Babel

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

BANGKA TENGAH – “Film bukan hanya media hiburan, tetapi juga merupakan salah satu media komunikasi massa yang memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi dan membentuk budaya kehidupan suatu masyarakat melalui kisah-kisah yang ditampilkannya,” demikian sekilas yang disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum  Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Bapak Sahirman, saat membacakan sambutan Sekretaris Daerah Babel pada pembukaan Sosialisasi Kebijakan Lembaga Sensor Film (LSF), di Hotel Santika, Bangka Tengah, pada hari Rabu (21/9).                     

Lebih lanjut Sahirman menjelaskan bahwa merupakan tanggung jawab kita bersama untuk membuat dan memilih tontonan yang sesuai dengan nilai-nilai budaya luhur yang telah lama dimiliki oleh masyarakat kita. “Sudah seharusnya film-film di Indonesia mampu mengawal nilai-nilai luhur budaya bangsa. Sehingga film tidak menjadi hiburan semata namun mampu mempererat rasa persatuan dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa,” jelas Sahirman.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama LSF berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Babel ini dalam rangka Koordinasi Rencana Pembentukan Perwakilan LSF di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang didasari oleh beberapa dasar hukum serta dilatarbelakangi oleh nilai strategis yang dimiliki oleh film. Film juga mengemban berbagai fungsi mulia disamping sebagai hiburan, negara bertanggung jawab memajukan perfilman sekaligus melindungi masyarakat dari dampak negatif film.

Selain itu, pada kesempatan ini pula LSF juga mensosialisasikan “Masyarakat Sensor Mandiri” yang menjadi kunci strategis mengingat kendali terhadap pilihan tayangan yang sesuai dengan klasifikasi yang telah diberikan LSF berada langsung di tangan keluarga sebagai unsur terkecil dalam masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Disbudpar Babel, Rivai, dan Ketua Komisi III Bidang Kerjasama Antar Lembaga LSF, Mukhlis Paeni, dan diikuti oleh sejumlah peserta yang berasal dari instansi pemerintah, akademisi, tokoh budaya/masyarakat/seni, pelajar/mahasiswa, organisasi wanita/PKK, Komite Sekolah, organisasi Keagamaan, komunitas/insan perfilman, kepolisian, dan Lembaga Penyiaran TV lokal.

 

Dokumentasi           : Rafiq Elzan

Editor                      : Yuliarsih

Sumber: 

Disbudpar Prov.Bangka Belitung