Laskar Pelangi Titik Sejarah Pariwisata Belitung

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

Bundaran Batu Satam, Belitung – Area Bundaran Batu Satam, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung dipenuhi oleh masyarakat dan wisatawan. Pasalnya, malam ini Jum’at (21/10/2016), Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Festival Negeri Laskar Pelangi (FNLP) 2016 atau yang kelima.

Festival yang berlangsung hingga 23 Oktober mendatang ini diawali dengan arak-arakan para tamu undangan dan Berebut Lawang, yakni adat berbalas pantun oleh Sanggar Bujang Belantu yang dilanjutkan dengan suguhan tari selamat datang oleh Sanggar Pelandok Laki.

Sejumlah petinggi yang hadir pada malam pembukaan FNLP, diantaranya Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi, Bupati Belitung Sahani Saleh, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid, Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi, Deputi Bidang Koordinasi SDM IPTEK dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Safri Burhanudin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rivai, dan sejumlah pejabat serta undangan lainnya.

Rustam menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Belitung, terutama kepada Andrea Hirata sebagai penggagas festival yang telah menjadi agenda tahunan ini. “Lewat novel dan film Laskar Pelangi lah Belitung bisa menjadi seperti sekarang ini. Tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga di dunia,” kata Rustam saat membacakan sambutannya.

Hal senada juga disampaikan Rivai saat membacakan laporan dari festival ini, “Festival Negeri Laskar Pelangi yang berisikan tarian ini berupaya untuk memperkuat daya tarik wisata yang ada. Atraksi budaya salah satu yang paling dicari oleh wisatawan karena setiap daerah pasti berbeda, indah, unik, dan pasti menarik.”

Selain itu, lebih lanjut Rivai mengatakan, festival ini juga bertujuan agar kita tidak lupa akan sejarah lahirnya Laskar Pelangi yang menjadikan Belitung bisa menjadi seperti sekarang ini.

Usai peresmian, acara dilanjutkan dengan penampilan menarik berupa tarian berjudul Betingger dan Beripat yang dibawakan oleh Sanggar Payung Tara asal Kabupaten Belitung Timur. Dilanjutkan dengan penampilan kolaborasi Johny Rodit dan Sidik bersama Komunitas Pemusik Belitung.

Firmansyah selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa Festival Negeri Laskar Pelangi kali ini masih mengangkat kesenian daerah, khususnya tarian. “Tarian merupakan salah satu atraksi budaya yang memperkaya potensi pariwisata daerah. Setiap daerah pasti punya tarian khas. Biasanya selain berburu kuliner, wisatawan itu akan sangat senang dan tertarik dengan tarian-tarian tradisional. Tujuan event ini, selain mempopulerkan tarian tradisional kita juga melestarikannya,” kata Firman saat ditemui usai acara.

 

 

Dokumentasi          : Rafiq Elzan

Editor                     : Yuliarsih

 

Sumber: 

Disbudpar Prov.Bangka Belitung