Berpromosi di Pulau Dewata, Disbudpar Babel Raih Juara stan Terbaik II

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

www.visitbangkabelitung.com – Sebagai suatu daya tarik bagi pengunjung, stan memang kerap didesain sedemikian rupa agar menarik perhatian para pengunjung pada suatu even seperti halnya pameran.  Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Babel meraih penghargaan sebagai Stand Terbaik Kedua pada keikutsertaanya dalam Bali Investment Tourism Trade 2017, Sabtu (29/4), di Lippo Mall Kuta, Bali.

Disbudpar Babel menempati dua stan, yakni nomor stan 12 dan 13 yang didirikan menjadi satu stan. Didesain dengan menampilkan salah satu potensi unggulan khas Bangka Belitung, yakni wisata bahari. Foto yang ditampilkan sebagai backdrop dari stan diambil dari area wisata Batu Berlayar, Belitung yang dipadupadankan dengan foto-foto dari kostum karnaval tematik yang juga menampilkan kekhasan budaya Bangka Belitung.

Dalam sambutan tertulis Direktur PT. Citra Media Promosindo, Andis AR selaku penyelenggara mengatakan bahwa Bali ITT Expo 2017 merupakan pameran roadshow yang dilakukan di kota-kota besar, yakni Batam, Bandung, dan Bali. Pameran skala nasional ini secara khusus didesain untuk mempertemukan langsung produsen dengan distributor mau pun konsumen potensial dan diharapkan akan menjadi sarana promosi yang efektif dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat dan kalangan dunia usaha untuk memperkenalkan produk unggulan daerah dan produk inovasi terkini.

Selain itu Bali ITT Expo sebagai pameran perdagangan juga diharapkan mampu memberikan peningkatan mutu produk daerah sesuai permintaan pasar dan meningkatkan daya saing produk daerah dalam menghadapi perdagangan bebas globalisasi AFTA dan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

Achmad Fajri, Kepala Seksi Promosi Pariwisata menuturkan bahwa partisipasi Disbudpar Babel pada ajang pameran berdasarkan analisa pasar yang dilakukan oleh Seksi Ananlisis Pasar Pariwisata. Selain itu, juga dapat dilihat dari ramainya atau tingkat antusiasme para  pengunjung pada even tersebut.

“Untuk mengetahui pameran atau expo mana yang menyediakan peluang besar bagi kita untuk berpromosi, dilihat dan disesuaikan dengan data dari Seksi Analisis Pasar Pariwisata. Selain itu, dari pameran yang pernah kita ikuti, kita juga dapat melihat dan menilai langsung pelaksanaan even tersebut baik untuk diikuti kembali atau tidak,” kata Fajri.

Fajri menjelaskan terdapat tujuh pameran atau keikutsertaan pada kegiatan Pelaksanaan Promosi Pariwisata Dalam Negeri, yakni tiga kali untuk dalam negeri dan empat kali untuk dalam daerah. Bangka Expo (27-30 April 2017) di Sungailiat, Bangka merupakan keikutsertaan Disbudpar Babel untuk dalam daerah, dan Bali ITT Expo ini merupakan keikutsertaan yang pertama untuk pameran dalam negeri. Berikutnya, akan ada Laskar Pelangi Expo di Belitung untuk keikutsertaan dalam daerah, serta GWBN (Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara) di Jakarta dan Sumsel Expo di Palembang.

Pada Bali ITT Expo, Fajri menambahkan, dari keseluruhan pengunjung yang datang ke stan Provinsi Babel adalah 30 sampai 40 persen berasal dari wisatawan mancanegara, dan selebihnya wisatawan nusantara. 30 persen wisatawan mancanegara ini didominasi oleh Cina. Hal ini dimungkinkan karena adanya penerbangan langsung dari Cina ke Bali. Selain Cina, juga ada wisatawan yang berasal dari Australia, Belanda, Jerman, India, dan Arab. Selain Cina, penerbangan langsung juga dimiliki oleh Australia, sehingga memungkinkan lebih banyak wisatawan dari dua negara tersebut untuk berada di Bali.

Menurut Yulwan, staf Promosi Pariwisata menuturkan perihal ketertarikan wisatawan asing tersebut untuk datang ke Indonesia. “Kalau wisatawan dari Jerman, mereka tertarik untuk surfing dan party. Tapi kalau wisatawan seperti dari Cina, mereka ingin menikmati wisata baharinya,” kata Yulwan.

Pagelaran pameran yang didukung oleh Kementerian Pariwisata RI ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai kalangan, seperti pemerintah provinsi, kabupaten/kota, BUMN, BUMD, swasta, serta dunia usaha industry dan jasa di seluruh Indonesia.

 

Penulis                   : Ernawati Arif

Dokumentasi           : Yulwan

Sumber: 

Disbudpar Prov.Babel