AIESEC Segera Jalankan Wonderful Bangka Belitung 2.0

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

Pangkalpinang - Tahun lalu organisasi kepemudaan dunia AIESEC telah melaksanakan proyek sosialnya di Toboali, Bangka Selatan. Tahun ini AIESEC Indonesia kembali ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Bangka Belitung) dengan proyek sosialnya yang berjudul Wonderful Bangka Belitung 2.0.

Perwakilan AIESEC Indonesia, Elsa mengatakan bahwa proyek tersebut bertujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata Bangka Belitung.

“Wonderful Bangka Belitung 2.0 bertujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata yang ada di Bangka Belitung. Bahwa potensi yang ada dapat dioptimalkan agar pariwisata Bangka Belitung dapat berkembang dengan lebih baik,” kata Elsa yang ditemui pada acara Incoming Preparation Seminar, di Ruang Tanjung Kerasak, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah(BKPSDMD) Bangka Belitung, Sabtu (26/1/2019).

Disampaikannya bahwa Bangka Belitung dipilih karena adanya upaya pemerintah untuk menciptakan keseimbangan antara pertambangan timah dan pariwisata.

“Bangka Belitung memiliki fokus utama timah yang ternyata tidak bersifat berkelanjutan, seiring hal tersebut pemerintah mulai menggerakkan atau menggalakkan pariwisata sebagai fokus utama lainnya,” katanya.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangka Belitung, Rusni Budiati hadir sebagai pembicara. Rusni mengatakan bahwa dirinya senang dapat bertukar pikiran dan informasi dengan para anggota AIESEC.

“Saya hadir di sini hanya berbagi informasi dasar tentang pariwisata di Bangka Belitung. Dengan adanya teman-teman AIESEC ini, kita dapat mengembangkan kepariwisataan kita dengan sudut pandang yang berbeda,” kata Rusni.

Sementara Jade Tong (23) asal Malaysia mengatakan bahwa adalah sebuah tantangan bagi dirinya untuk melakukan proyek sosial ini agar pariwisata Bangka Belitung berkembang semakin lebih baik.

“Ini pengalaman pertama saya dalam dunia kerja profesional. Bagi saya ini sangat menarik, dimana saya dapat menyumbangkan pikiran melalui proyek sosial untuk membantu meningkatkan pariwisata Bangka Belitung,” kata Jade.

Jade yang sebelumnya telah melihat kemajuan suatu kota dari suatu negara yang tidak seimbang dengan kebaikan lingkungannya, tak ingin hal itu terjadi dengan Bangka Belitung.

“Sebelumnya saya pernah melihat kota di suatu negara, perkembangannya sangat baik, namun lingkungannya buruk. Dan saya ingin agar hal itu dapat dicegah agar tidak terjdi kepada Bangka Belitung,” terangnya.

Proyek sosial AIESEC ini akan dimulai pada Selasa (29/1) mendatang, udai audiensi dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. 20 orang mahasiswa yang dilibatkan dalam proyek ini berasal dari 17 negara, diantaranya Belanda, Brazil, India, New Zealand, Prancis, Yunani, Portugal, dan lain sebagainya. Proyek sosial diperkirakan akan berakhir awal Maret mendatang.

 

Penulis : Ernawati Arif

Foto      : Rafiq Elzan