Gita Bahana Nusantara, Menyatukan Generasi Muda Melalui Seni Suara

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

Pangkalpinang - Gita Bahana Nusantara (GBN) merupakan salah satu wadah pemersatu bangsa, dalam hal ini generasi muda yang memiliki potensi seni suara. 

Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) menyelenggarakan Audisi Gita Bahana Nusantara 2019, di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Senin (29/4/2019).

Kepala Disbudpar Babel, Rivai sampaikan apresiasi kepada para peserta.

“Anak-anakku sekalian yang hadir di sini untuk mengikuti Audisi Gita Bahana Nusantara, sangat lah beruntung. Karena kalian orang-orang terpilih, terbaik yang sudah diseleksi di kabupaten/kota. Dan kalian memiliki kesempatan untuk menuju Istana Negara,” kata Rivai dalam sambutannya.

Rivai meminta agar para peserta tidak hanya fokus untuk bersaing, melainkan pengalaman berharga.

“Memang nanti akan dipilih para pemenang dari audisi ini. Tapi saya minta agar anak-anakku sekalian jangan berkecil hati. Hargai lah pengalamannya. Ini akan melatih mental kalian menjadi lebih kuat,” pintanya.

Audisi Gita Bahana Nusantara Tingkat Provinsi merupakan rangkaian kegiatan Gita Bahana Nusantara Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam rangka HUT Kemerdekaan RI.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkam semangat patriotisme dan nasionalisme, mempelajari nilai-nilai seni dan budaya. 

Ketua Dewan Juri, Edy Rama selaku juri pusat mengatakan bahwa titik berat dalam audisi ini adalah warna suara dan prima vista atau pembacaan notasi balok.

“Ada dua poin yang kita titik beratkan, yakni warna suara dan prima vista atau notasi balok. Keduanya sama-sama penting. Tidak bisa salah satunya saja,” kata Edy.

Keseluruhan peserta berjumlah 43 orang berasal dari 7 kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Para pemenang akan diumumkan setelah seluruh peserta  menjalani audisi.

Dua juri daerah yang dipercayakan dalam audisi GBN tahun ini, yakni Habli Nur dan Andi Kaharudin.


Penulis: Ernawati Arif

Foto: Ernawati Arif