Sertifikasi Sumber Daya Pariwisata, Babel Mantapkan Kepariwisataan

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

Pangkalpinang-Sumber daya pariwisata yang mumpuni merupakan modal utama menyiapkan kepariwisataan daerah.

Demikian, disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel), Rivai terkait penyelenggaraan kegiatan Sertifikasi Bagi Sumber Daya Pariwisata.

Rivai mengatakan bahwa kesiapan sumber daya pariwisata harus seiring dengan perkembangan kepariwisataan di Bangka Belitung saat ini.

“Saat ini seperti yang kita ketahui bahwa kepariwisataan kita berkembang sangat baik. Hingga saat ini, kita bahkan sudah punya KEK pariwisata, yakni Tanjung Kelayang. Nah perkembangan ini tentu saja membutuhkan banyak sumber daya pariwisata yang mumpuni untuk berbagai operasionalnya” kata Rivai melalui sambungan telepon, Kamis (11/4/2019).

Kegiatan Sertifikasi Bagi Sumber Daya Pariwisata dilaksanakan selama 3 hari, mulai 10 sampai dengan 12 April 2019, di Hotel Puncak, Pangkalpinang. Peserta merupakan sumber daya pariwisata dari 2 jenis profesi yang berbeda, yakni Tour Guide dan Cook (Food and Beverage) yang ada di Pulau Bangka.

Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kelembagaan Pariwisata, Disbudpar Babel, Darnis Rachmiyati mengharapkan sumber daya pariwisata Bangka Belitung memenuhi standar kompetensi.

“Kita berharap dengan adanya sertifikasi ini, sumber daya pariwisata di Bangka Belitung dapat memenuhi standar kompetensi seperti yang ditetapkan oleh pemerintah,” harap Darnis.

Sementara perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pariwisata, Indra Bhuwana juga mengatakan bahwa sertifikasi juga meningkatkan daya saing para pekerja.

“Kita sudah memasuki zaman globalisasi. Untuk mendapatkan pekerjaan yang baik, tidak bisa mengandalkan keberuntungan saja. Makanya kita harus punya daya saing yang kuat. Kualifikasinya bisa dilihat bahwa pekerja kita sudah tersertifikasi,” kata Indra.

Keseluruhan peserta berjumlah 68 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, sesuai dengan profesi masing-masing.

Selama 3 hari, para peserta mengikuti serangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia, mulai dari pembekalan, tes tertulis, praktek, dan wawancara mendalam.

 

Penulis: Ernawati Arif

Foto: Rafiq Elzan