Belajar Hal Baru dari Pandemi Covid-19

avatar Agus Purnama
Agus Purnama
Agus Purnama, Pelaksana Subbagian Umum Disbudpar Babel
Agus Purnama, Pelaksana Subbagian Umum Disbudpar Babel

Sejak menyebarnya infeksi Coronavirus Disease 2019 atau yang biasa disebut COVID-19, dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok pada akhir Desember 2019, virus ini menular dengan sangat cepat, dan telah menyebar ke hampir semua negara di dunia, termasuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan hingga tanggal 28 Juni 2020, dari data covid19.go.id, jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19  di Indonesia telah menembus di angka 54.010.

Penyebaran COVID-19 yang begitu cepat, tentu saja seluruh umat manusia hampir di tiap negara tersentak dan dibuat cemas bahkan panik yang luar biasa. Dalam hitungan bulan organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) langsung menetapkan COVID-19 sebagai pandemi yang melanda dunia. Menghadapi hantaman pandemi COVID-19 ini, sejumlah negara pun langsung menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown atau karantina wilayah/Negara, kemudian ada yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 seperti Indonesia.

Perlu kita ketahui, Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).(alodokter.com: 26 Juni 2020).

Untuk di Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota, wabah COVID-19 tentu saja telah menjadi bencana nasional non alam yang harus segera tertangani. Jika Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat tidak bersatu padu dan bergotong royong guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19, maka akan berdampak buruk pada multi sektor di seluruh wilayah NKRI.

Pandemi COVID-19 menuntut seluruh lapisan masyarakat mulai dari warga perkotaan hingga ke pelosok desa mulai menerapkan hal-hal baru dalam tataran kehidupan sehari-hari, seperti membiasakan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik atau hand sanitizer, menjaga jarak fisik (physical distancing). Selain itu, muncul juga hal-hal baru lainnya, seperti istilah Work From Home atau bekerja dari rumah, rapat virtual (virtual meeting) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi melalui inovasi manusia di era modern. Tanpa kita sadari, COVID-19 telah membuat kita harus melek hal-hal baru tidak hanya terkait teknologi, namun yang paling utama adalah kesehatan, dan tentu saja secara tidak langsung telah menaikkan level kedisiplinan kita dalam urusan kesehatan diri sendiri maupun orang lain.

Dulu, sebelum merebaknya COVID-19, mungkin hanya warung makan atau restoran saja yang menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun, namun sekarang hampir di setiap ruang publik juga telah dilengkapi fasilitas tempat cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, mulai dari perkantoran, rumah ibadah, mall, supermarket, toko kelontong hingga pasar tradisional sekalipun sudah ada fasilitas kesehatan tersebut.

COVID-19 juga telah mereformasi tataran human behavior (tingkah laku manusia) hampir di seluruh dunia yang telah terpapar virus corona. Virus yang tak kasat mata ini, telah mengubah manusia menuju ke pola kehidupan baru yang mungkin saja belum pernah dipikirkan oleh manusia sebelumnya. Dengan demikian benar adanya bahwa “di setiap musibah ada hikmah” yang pada akhirnya akan menyadarkan kita selaku umat manusia yang hidup di dunia untuk terus belajar hal-hal baru dalam menjalani hidup ini, karena bumi yang kita pijak ini terus berputar pada porosnya hingga akhir zaman nanti.

Sebuah pembelajaran berharga atas pandemi COVID-19 merupakan hikmah yang dapat kita ambil, guna meningkatkan kepedulian dan kesadaran kita, bahwa hidup tidak lah stagnan, karena kehidupan di dunia ini sangat dinamis, dan tentu saja terus-menerus menuntut kita harus mampu beradaptasi dengan cepat terkait hal-hal baru di berbagai bidang kehidupan.

Semoga dengan kesadaran dan kepedulian kita dalam mematuhi anjuran Pemerintah dan terus membiasakan diri pada hal-hal baru yang berkenaan dengan protokol kesehatan COVID-19, dapat segera memutus mata rantai penyebaran Coronavirus di seluruh Indonesia. (***).