Buka Sosialisasi CHSE, Begini Kata Plt Kepala Disbudpar Babel

avatar Agus Purnama
Agus Purnama
Plt Kepala Disbudpar Babel, Darlan saat memberi sambutan Sosialisasi CHSE, Hotel Santika Bangka, (9/9/2020) (foto : fajri)
Plt Kepala Disbudpar Babel, Darlan saat memberi sambutan Sosialisasi CHSE, Hotel Santika Bangka, (9/9/2020) (foto : fajri)

Dalam rangka mendukung reaktivasi sektor pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Babel di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Direktorat Pengembangan Destinasi Regional I Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Babel menggelar Sosialisasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).

Kegiatan ini, dipusatkan di Ballroom Hotel Santika Bangka, Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, Babel, Rabu (9/9/2020) pagi, dan dibuka Asisten Setda Babel Bidang Administrasi Umum, sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Babel, Darlan.

Dalam sambutannya, Darlan mengatakan, terhitung 1 Juli 2020 lalu, telah membuka kembali sektor pariwisata di Babel, ditandai dengan launching video new normal  (tatanan baru) pariwisata yang dilakukan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.

Babel saat ini, dikatakan Darlan, masuk zona hijau di masa pandemi Covid-19. Artinya, Babel salah satu daerah di Indonesia yang aman untuk dikunjungi wisatawan domestik, dan tentunya harus menerapkan protokol kesehatan yang telah diatur Pemerintah RI, salah satunya adalah dengan menerapkan CHSE ini, di seluruh Daya Tarik Wisata (DTW) yang ada di Babel.

Ia menambahkan, Babel mempunyai DTW yang unik dan menarik untuk dikunjungi, salah satunya geopark yang ada di Pulau Belitung. Dengan dibukanya sektor pariwisata di Babel, akan berdampak signifikan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Babel.

“Semoga, melalui kegiatan sosialisasi CHSE ini, dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Babel, khususnya wisatawan nusantara atau domestik yang ada di luar Babel,” pungkas Darlan.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Badan Pariwisata dan Ekraf RI, Hari Santosa Sungkari menyebutkan, Babel termasuk salah satu destinasi prioritas di Indonesia karena Babel mempunyai DTW yang unik, yakni terdapat pusat geopark dan wisata alam terbuka.

Santosa menjelaskan, salah satu fokus promosi pariwisata saat ini, adalah Sosialisasi CHSE ke daerah-daerah di Indonesia, khususnya bagi pengelola DTW.

Sambung dia, Program CHSE ini, tetap berpedoman pada Sapta Pesona Pariwisata Indonesia.

“Saat ini, kita (Kemenparekraf RI-red) lebih fokus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara, sedangkan untuk wisatawan mancanegara harus dibuka secara bertahap, karena pariwisata ini, merupakan salah satu sektor utama, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19,” kata Santosa.

Sejumlah Pejabat Kemenparekraf RI, perwakilan  Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Pangkalpinang, serta Dispar Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka, Bangka Barat, Pengelola Desa Wisata, Pengelola Home Stay, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Asosiasi PHRI Babel, HPI Babel serta unsur terkait lainnya, hadir dalam kegiatan tersebut.

Usai acara sosialisasi, juga digelar kegiatan penyerahan dukungan alat-alat CHSE dari Kemenparekraf RI ke Pemprov Babel guna persiapan menghadapi adaptasi kebiasaan baru di DTW yang ada di Babel.(fajri/agus).