Mapur Miliki Identitas Budaya Lokal yang Harus Dikelola

avatar Agus Purnama
Agus Purnama
Kondisi alam yang asri dan memikat ini, adalah salah satu potensi yang ada di Desa Mapur, Kabupaten Bangka, Babel.(foto: ist).
Kondisi alam yang asri dan memikat ini, adalah salah satu potensi yang ada di Desa Mapur, Kabupaten Bangka, Babel.(foto: ist).

RIAUSILIP, BANGKA – Desa Mapur merupakan salah satu daerah yang memiliki bentang alam sangat indah. Salah satunya Pantai Punggur, yang terletak di Dusun Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Di desa ini (mapur-red), memiliki sejumlah pantai yang masih asri dan alami, serta begitu indah dengan pasir putih yang halus. Selain itu, terdapat bukit dan hamparan batu metamorf serta pulau kecil (Pulau Punggur) yang membuat Daya Tarik Wisata (DTW) ini cocok bagi para petualang dan penyuka wisata minat khusus.

Jarak tempuh menuju ke DTW ini, kurang lebih 1 jam 30 menit atau sekitar 80 KM dari Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang.

Pantai Tuing juga lekat dengan budaya dengan nuansa kearifan lokal, yaitu keberadaan Urang Lom atau lebih dikenal dengan sebutan Suku Lom yang memiliki seribu misteri magis karena merupakan suku tertua di Pulau Bangka.

Berbagai kearifan budaya lokal yang dimiliki Suku Lom, seperti tarian, cerita rakyat, dan adat istiadat dapat menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang berwisata ke Desa Mapur ini, diantaranya, cerita rakyat yang beredar terkait Akek Antak yang berhubungan dengan kawasan Pantai Punggur seperti Batu Naga dan Surau Antu.

Akek Antak adalah tokoh terpopuler se-antero Pulau Bangka, dari zaman dahulu hingga sampai sekarang ini. Tokoh legendaris dan keberadaanya seolah-olah nyata dalam kehidupan sehari-hari serta memiliki kesaktian yang luar biasa. Banyak batuan berbentuk ‘aneh’ sering dikaitkan peninggalannya, menyebar dari utara sampai selatan Pulau Bangka.

Berkenaan dengan hal tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Bidang Destinasi Pariwisata baru-baru ini, kembali melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke salah satu potensi DTW minat khusus di Desa Mapur tersebut.

Tim Monev potensi DTW di Desa Mapur itu, dikoordinir Kepala Bidang Destinasi, Firmansyah didampingi sejumlah pejabat pengawas di bidang pemasaran dan sejumlah pegawai Disbudpar Babel.

Firmansyah mengatakan, kegiatan Monev bertujuan untuk memetakan potensi DTW, serta mengetahui kondisi terkini Pantai Tuing ini.

Selain itu, Desa Mapur juga memiliki identitas budaya lokal yang harus dikelola untuk tetap dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat, karena unsur budaya lokal inilah menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang berwisata ke sini (Desa Mapur-red).

Dikatakan Firmansyah, melalui ekspedisi ini, harapannya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka dapat merumuskan kebijakan strategis terkait pengembangan sektor pariwisata di Desa Mapur ini, agar dapat dijadikan salah satu DTW minat khusus di Kabupaten Bangka. (rel/gp/pur).