Monev ke Tanjung Labun, Engkus : Jadikan 3A sebagai Skala Prioritas

avatar Agus Purnama
Agus Purnama
Salah satu pesona keindahan Pantai Tanjung Labun, Bangka Selatan (foto : Istimewa)
Salah satu pesona keindahan Pantai Tanjung Labun, Bangka Selatan (foto : Istimewa)

TOBOALI – Di Bumi “Junjung Besaoh” Kabupaten Bangka Selatan (Basel) selain dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara melalui perhelatan event berskala nasional, yaitu Toboali City On Fire (TCOF) yang rutin digelar setahun sekali itu, Basel juga memiliki pesona destinasi wisata, baik wisata pantai, wisata kuliner bahkan wisata sejarah bisa dijumpai.

Untuk sampai ke Kabupaten Bangka Selatan, jarak yang harus ditempuh dari Kota Pangkalpinang Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai kurang lebih 130 KM.

Keunikan Daya Tarik Wisata (DTW) yang dimiliki Kabupaten ini (Basel-red), menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan nusantara, khususnya di luar Babel untuk melancong ke Basel.

Berkenaan dengan hal di atas, sekaligus bertepatan dengan moment hari bersejarah yakni  Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada Kamis (1/10/2020), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Babel melalui Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) potensi DTW Disbudpar Babel, kembali melaksanakan ekspedisi ke salah satu potensi DTW Pantai Tanjung Labun.

Pantai Tanjung Labun terletak di Dusun Limus, Desa Serdang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Babel.

Pantai ini (Tanjung Labun-red) sangat indah, karena selain hamparan pasir putih dengan ombak yang tidak terlalu besar. Pantai Tanjung Labun, juga dihiasi hamparan bebatuan granit yang berada di pinggir pantai, yang bisa menjadi tempat bagi wisatawan untuk sekedar bersantai menikmati semilir angin yang berhembus disela-sela bebatuan granit tersebut.

Selain itu, wisatawan juga bisa berswafoto dengan background birunya air laut berpadu dengan beraneka ragam bentuk batu granit, yang merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Ekspedisi Tim Monev DTW di Pulau Bangka, khususnya di Basel, dikoordinir Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Babel, Engkus Kuswenda.

Salah satu Pejabat Administrator yang cukup senior Disbudpar Babel ini, mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia telah menetapkan konsep dasar pengembangan pariwisata di seluruh tanah air, harus memenuhi konsep 3A, yaitu, Pertama, Atraksi, ini merupakan daya tarik utama suatu destinasi wisata.

Kedua, Amenitas, ini merupakan unsur penunjang atau fasilitas yang terdapat di destinasi wisata, sambung Engkus, yang Ketiga, Aksesibilitas, ini merupakan beraneka ragam hal yang berkaitan erat dengan akses bagi wisatawan saat hendak berwisata ke suatu destinasi wisata, termasuk di potensi DTW Pantai Tanjung Labun, Basel ini.

Lanjut Engkus, Konsep 3A sangat krusial, dan harus dimiliki suatu destinasi wisata yang ada di Babel, karena akan berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan, lamanya mereka (wisatawan-red) tinggal dan yang paling utama adalah wisatawan kembali lagi berwisata ke destinasi unggulan yang dimiliki Babel.

“Mengingat pentingnya Konsep 3A, semoga seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan di sektor pariwisata, baik itu Pemprov Babel, Pemda Kabupaten/Kota se-Babel beserta seluruh lapisan masyarakat menjadikan 3A sebagai skala prioritas dalam pengembangan pariwisata di Babel,”ucap Engkus.

Turut serta mendampingi Engkus bersama Tim Monev  DTW Pantai Tanjung Labun, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda dan perwakilan pengelola Hkm Dusun Limus.(rel/agus purnama).