Sungai Upang, Destinasi Wisata Konservasi di Bangka

avatar Agus Purnama
Agus Purnama
Keindahan alam di kawasan Sungai Upang Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka ini, begitu indah (foto : istimewa)
Keindahan alam di kawasan Sungai Upang Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka ini, begitu indah (foto : istimewa)

PUDING BESAR, BANGKA – Selain terkenal akan keindahan wisata pantainya, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ternyata juga memiliki Daya Tarik Wisata (DTW) baru dengan konsep wisata konservasi (Pelestarian dan Perlindungan ekosistem di suatu kawasan).

DTW konservasi Sungai Upang tersebut, terletak di Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka.

Sungai ini (Upang-red), membelah beberapa Desa di Kecamatan Puding Besar dengan luas kurang lebih 400 hektar. Jarak tempuh menuju ke destinasi Sungai Upang kurang lebih 1 jam 25 menit dari Sungailiat.

Sungai Upang merupakan salah satu DTW unggulan dan selalu diprioritaskan Pemda Kabupaten Bangka, manakala wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara berkunjung ke Bangka.

Berkenaan dengan hal tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Babel melalui Bidang Destinasi Pariwisata belum lama ini, melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke potensi DTW konservasi Sungai Upang itu.

Ekspedisi Tim Monev Disbudpar ke Sungai Upang, dikoordinir Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Pariwisata, Firmansyah.

Kedatangan Tim Monev Disbupar Babel ke DTW konservasi Sungai Upang disambut Kepala Desa (Kades) Tanah Bawah, Holidi didampingi Ketua Pokdarwis, Hormen beserta anggotanya.

Dihadapan Kades Tanah Bawah dan Ketua Pokdarwis Sungai Upang, Kabid Destinasi Pariwisata, Firmansyah mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pokdarwis selaku pengelola DTW konservasi Sungai Upang, karena sangat antusias dan bekerja dengan sepenuh hati, untuk berbuat demi menjaga kelestarian alam, menjaga kebersihan lingkungan, dan sekaligus mengembangkan potensi DTW ini.

DTW ini, kata dia, harus lebih meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), guna memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan yang mengunjungi keunikan dan keindahan DTW ini.

“Melalui Pokdarwis handal dan bersinergi, semoga DTW konservasi Sungai Upang semakin berkembang, bisa lebih dikenal di tingkat nasional hingga dunia internasional,” harap Firmansyah.

Menanggapi itu, Kades Tanah Bawah dan Ketua Pokdarwis Sungai Upang, menyampaikan terima kasih atas kunjungan tim Monev Disbudpar Babel.

Hormen selaku Ketua Pokdarwis berharap Pemprov (Disbudpar-red) dapat membantu berkenaan dengan sarana dan prasarana Sungai Upang, seperti tempat sampah, pembangunan jembatan, homestay, pelatihan SDM Tour Guide, pelatihan pembuatan souvenir khas Babel, sekaligus mendukung mempromosikan DTW konservasi Sungai Upang melalui media sosial dan media nasional.

Ia mengungkapkan, DTW konservasi Sungai Upang sudah banyak dikunjungi wisatawan nusantara dari luar Babel hingga wisatawan mancanegara asal Jepang, Singapura, dan Thailand. DTW ini juga pernah diliput sejumlah media swasta nasional di Jakarta.

Untuk diketahui, Pokdarwis Sungai Upang baru terbentuk di tahun 2019 lalu. Meski terhitung baru, mereka (Pokdarwis-red) telah membuat beberapa tematik paket wisata, seperti wisata naik perahu, wisata mancing, dan penyelenggaraan kegiatan adat desa setempat.

Ekspedisi Tim Monev Disbudpar Babel ke Sungai Upang itu, turut dihadiri Kepala Seksi Promosi Pariwisata, Achmad Fajri beserta sejumlah Pegawai Disbudpar Babel.(Achmad Fajri/agus purnama).