Potensi Tersembunyi Desa Seliu

avatar Mei Ratna
Mei Ratna

ARTIKEL

Pulau Seliu terletak di Desa Seliu Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung. Pulau ini dapat ditempuh sekitar 1 jam 30 menit dari pusat Kota Tanjung Pandan dengan rincian 1 jam perjalanan darat dan 30 menit perjalanan laut. Desa Seliu merupakan salah satu desa nelayan yang masih aktif di Pulau Belitung. Pulau Seliu dianugrahi kekayaan alam yang begitu menawan dan terjaga. Laut yang biru dan aneka ragam biota lautnya menjadi daya tarik wisata tersendiri. Di Pulau seliu banyak aktivitas pantai yang bisa dilakukan seperti berenang, snorkeling, dan juga memancing

Tidak hanya keindahan lautnya, tapi pesona tersembunyi dari Danau Purun menjdi daya tarik berbeda bagi Seliu yang tidak ditemukan di tempat lain. Danau Purun merupakan bekas sawah peninggalan Belanda seluas lebih dari 24 Ha. Pada awalnya daerah ini terbengkalai dan kemudian menjadi habitat tanaman purun untuk tumbuh. Di wilayah kurang lebih 450 Ha tanaman purun ini tumbuh. Kemudian muncul ide untuk membuat wisata dengan konsep memanfaatkan potensi yang ada di sekitar desa. Ide tercetus karena meningkatnya minat kunjungan wisatawan ke Pulau Belitung dan juga takut terjadinya kapitalisme oleh investor karena sebagian wilayah di Pulau seliu telah dimiliki oleh investor yang cepat atau lambat akan dibangun resort ataupun private tourism oleh mereka.

Oleh karena itu, pemerintah desa bersama masyarakat bersinergi untuk membangun wisata yang berbasis masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa Seliu agar dapat bersaing ketika  suatu saat terjadi pembangunan oleh investor. Pemerintah desa pada awalnya memberikan bantuan dana 300 juta untuk pembangunan fasilitas umum seperti; toilet, camping ground, tempat sampah, trek susur purun sejauh 450 meter dan juga training center. Selain membangun fasilitas pihak desa dan masyarakat juga membangun kualitas dan juga kepercayaan diri masyarakat agar mereka dapat bersaing menghadapi tantangan nantinya.

Kedepannya di dalam danau purun akan dibangun resort lokal untuk merubah pola pikir masyarakat bahwa resort adalah hal yang “wah”  dan juga mengembangkan training center dengan konsep tamu sebagai mentor belajar masyarakat. Agar masyarakat dapat belajar hal baru, dan bertukar informasi kepada tamu. Sehingga, terciptalah edutourism yang tak hanya bermanfaat bagi tamu, tetapi juga meningkatkan kapasitas masayrakat. Sehingga, masyarakat tak hanya menjadi penonton, tetapi sebagai agen perubahan.

Tak hanya Danau Purun Desa Wisata Seliu juga memiliki potensi sebagai agrowisata salah satunya agrowisata buah mangga. Selain itu, potensi yang bisa dikemas adalah wisata desa dimana wisatawan tinggal dan beraktivitas bersama masyarakat, sekaligus  memberikan edukasi tentang pengetahuan dan keahlian mereka kepada masyarakat. (Mei Ratna)