Puluhan Peserta Ikuti Sosialisasi Membangun Pariwisata di Era AKB

avatar Agus Purnama
Agus Purnama
Foto bersama puluhan peserta Sosialisasi Membangun Pariwisata di Era Adaptasi Kebiasaan Baru di area DTW Aek Lelap Bedelew (foto : Istimewa)
Foto bersama puluhan peserta Sosialisasi Membangun Pariwisata di Era Adaptasi Kebiasaan Baru di area DTW Aek Lelap Bedelew (foto : Istimewa)

SUNGAILIAT – Puluhan peserta mengikuti Sosialisasi Membangun Pariwisata di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang mengusung tema “Berwisata dengan Bersih, Sehat, Aman dan Berwawasan Lingkungan”, yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel di Hotel Tanjung Pesona Becah Resort, Sungailiat, Bangka, Babel.

Peserta selain diberikan materi di dalam ruangan, juga menerima pengenalan lapangan potensi Daya Tarik Wisata (DTW) Aek Lelap Bedelew (Air sungai pedalaman yang mengkilat) terletak di kawasan areal Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Pantai Lepar, Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Dalam orientasi kelas lapangan yang digelar Selasa lalu, menghadirkan narasumber pengelola Hkm Kapitan hijau sekaligus pengelola Aek Lelap Bedelew, Juan.

Para peserta (Sosialisasi-red) menyimak paparan singkat mengenai sistem pengelolaan DTW Aek Lelap Bedelew, yaitu arah pengembangan konsep branding dan segmen pasar.

Di kesempatan itu, peserta melakukan observasi DTW untuk proses imitasi yang dapat diterapkan di wilayah mereka masing-masing, terutama bagi daerah yang memiliki sejumlah potensi unggulan DTW yang bisa dikelola dan dikembangkan dengan memberdayakan masyarakat setempat.

Dihadapan rombongan peserta Orientasi Lapangan, Juan mengatakan, strategi pengembangan DTW Aek Lelap Bedelew memanfaatkan keunggulan potensi alam yang masih alami dan asri.

Lebih lanjut Juan mengatakan, dalam pengelolaannya mereka memiliki buku besar yang berisikan perkiraan jumlah pengunjung setiap harinya.

Di sekitar DTW Aek Lelap Bedelew juga terdapat destinasi wisata air arus yang bisa diakses kapan pun. Ini yang membuat sedikit berbeda dengan Aek Lelap Bedelew, dikarenakan area air arus, airnya mengalir. Berbeda dengan Aek Lelap Bedelew, sehingga penggunaan airnya tidak dibatasi.

Di destinasi air arus, juga terdapat kolam kecil untuk anak-anak berusia kurang lebih 10 tahun yang dilengkapi fasilitas bola untuk bermain. Untuk biaya masuk pun berbeda, jika Aek Lelap Bedelew biaya berdasarkan jumlah anggota kelompok, namun destinasi wisata air arus, justru biaya masuk bersifat sukarela.

Untuk diketahui, DTW Aek Lelap Bedelew dibuka untuk umum, setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga menjelang sore hari, dengan menggunakan sistem booking. Ini bertujuan untuk menjaga kualitas air kolam agar tetap bersih dan jernih. Patokan bookingan dilakukan guna menentukan harga bagi setiap kelompok yang berkunjung ke sini.

Kegiatan orientasi kelas lapangan, dikoordinir Plt Kepala Disbudpar Babel, Darlan diwakili Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Firmansyah didampingi seluruh pejabat pengawas Bidang Destinasi Pariwisata dan sejumlah pegawai di lingkup Disbudpar Babel.(rel/poer).