FGD 3A Kembangkan Pariwisata Babel

avatar Agus Purnama
Agus Purnama
Deputi Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf memberikan sambutan FGD Pengembangan 3A Destinasi Pariwisata Prioritas Provinsi Babel yang berlangsung di Swiss Belhotel Pangkalpinang (foto : Munawar)
Deputi Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf memberikan sambutan FGD Pengembangan 3A Destinasi Pariwisata Prioritas Provinsi Babel yang berlangsung di Swiss Belhotel Pangkalpinang (foto : Munawar)

PANGKALPINANG - Guna mendukung pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai 10 destinasi wisata nasional di Indonesia, Direktorat Pengembangan Destinasi Regional I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf/Bapparekraf RI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas (3A) di Destinasi Pariwisata Prioritas Babel, di Swiss Belhotel, Kota Pangkalpinang, Selasa (8/12/2020).

Dalam sambutannya, Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf/Bapparekraf RI, Oni Yulfian menyampaikan bahwa performa pengembangan sektor pariwisata tumbuh tinggi selama periode 2015 hingga 2019, hal ini ditunjukkan dengan indikator jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) sebagai salah satu sumber devisa Indonesia melalui sektor pariwisata dan peningkatan daya saing pariwisata.

Sambung dia, pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas yang didukung perluasan promosi dan penjualan paket-paket wisata telah meningkatkan aktivitas pariwisata dan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16,11 juta orang di tahun 2019 dan wisatawan nusantara sebanyak 303 juta pada tahun 2018.

Dikatakan Yulpian, bahwa jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara pada tahun 2015 hingga 2019,  indeks target kunjungan wisatawan, dan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung sebagai salah satu destinasi prioritas nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),”katanya.

FGD 3A ini, dibagi menjadi 3 sesi dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu : Sesi Pertama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Babel, Rofiko didapuk memaparkan mengenai Pengembangan Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas (3A) Pariwisata di Babel; Sesi Kedua, Perwakilan Institut Teknologi Bandung (ITB), Yani Adriani yang menyampaikan paparan mengenai Pembangunan Kepulauan Babel sebagai destinasi prioritas; dan Sesi Ketiga, Diskusi dan Tanya jawab narasumber dengan peserta FGD ini.

Pada kesempatan itu, Perwakilan ITB, Yani Andriani, menyampaikan pentingnya meningkatkan kesadaran kolektif dan rasa memiliki terhadap program-program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel sebagai Destinasi Pariwisata Provinsi (DPP) dalam rangka memperkuat dan meningkatkan kualitas konektivitas (informasi dan aksesibilitas) yang menghubungkan Pulau Bangka dan Pulau Belitung sangat penting.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Babel, Rofiko  mengatakan, kita (Pemprov Babel-red) bersepakat dan berkomitmen untuk bekerjasama dalam pengelolaan aset destinasi pariwisata prioritas dengan pengembangan konsep Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas (3A)".

Turut hadir di FGD ini, sejumlah perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Babel, Pejabat Administrator/Pengawas Disbudpar Babel, ASITA, HPI, MASATA DPW Babel, serta unsur terkait lainnya.

 (Penulis : Munawar)