Promosi Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung melalui Media Sosial

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

ARTIKEL

Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan tema Pengembangan Komponen Pariwisata meliputi Pengembangan 3A; Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas destinasi pariwisata prioritas di Kepulauan Bangka Belitung dan menghasilkan 5 poin rekomendasi untuk menciptakan ekosistem pariwisata Kepulauan Bangka Belitung yang berkelanjutan.

Pertama, dengan berubahnya Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang semula Tanjung Kelayang dan sekitarnya menjadi DPP Bangka Belitung maka, harus diperkuat dengan peningkatan kualitas konektivitas yang menghubungkan Bangka dan Belitung.

Kedua yakni, perlunya kreativitas dalam memperkenalkan potensi Daya Tarik Wisata (DTW) di Kepulauan Bangka Belitung.

Ketiga, perlunya ketegasan dari pemerintah daerah untuk memprioritaskan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan di Kepulauan Bangka Belitung.

Keempat, perlunya meningkatkan kesadaran kolektif dan rasa memiliki terhadap program-program Kepulauan Bangka Belitung sebagai DPP.

Terakhir, diperlukan komunikasi dan koordinasi yang intensif mulai dari persiapan sampai pelaksanaan program program prioritas bagi seluruh stakeholder.

Pariwisata berkelanjutan adalah konsep mengunjungi suatu tempat sebagai seorang wisatawan dan berusaha membuat dampak positif terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi. Pariwisata dapat meliputi transportasi utama ke lokasi umum, transportasi lokal, akomodasi, hiburan, rekreasi, makanan, dan belanja. Pariwisata dapat dikaitkan dengan perjalanan untuk liburan, bisnis, dan apa yang disebut Visiting Friends and Relatives atau VFR (mengunjungi teman dan kerabat). Sekarang ada konsensus luas bahwa pengembangan pariwisata harus berkelanjutan.

Pariwisata harus bangkit, sebagai salah satu sektor pemasukan daerah yang dapat diandalkan tentu harus ada andil yang jelas dari masyarakat untuk memajukan pariwisata di Bangka Belitung yang sempat stagnan dikarenakan Pademi Covid-19.

Luhut B Panjaitan di dalam Webinar Reaktifitas Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, mengatakan Bank Indonesia menyatakan devisa pariwisata secara nasional turun menjadi 97% year on year, penurunan ini luar biasa sekali, hal tersebut mengambarkan dampak pandemi Covid-19 terhadap ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif, dan lebih dari 180 ribu tenaga kerja di sektor pariwisata ekonomi kreatif dan lebih dari 2.000 hotel telah berhenti beroperasi. Hal ini menyebabkan penurunan terhadap permintaan bahan baku produksi dan berdampak luas pada prekonomian kita.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Juli 2020 mencapai rata-rata 17,03 %, turun 3,90 poin dibandingkan TPK Juni 2020 yang tercatat sebesar 20,93 persen.

Untuk menciptakan ekosistem pariwisata Kepulauan Bangka Belitung yang berkelanjutan dari 5 poin rekomendasi di atas, penulis ingin memberikan sebuah gagasan perlunya kreativitas dalam memperkenalkan potensi Daya Tarik Wisata (DTW) di Kepulauan Bangka Belitung yang sebenarnya sudah menjadi hal yang lazim di lakukan di era kekinian di seluruh dunia dimana teknologi informasi dan komunikasi juga dapat menjadi faktor pendorong untuk memajukan dunia kepariwisataan yang berkelanjutan di Kepulauan Bangka Belitung.

Kemajuan teknologi akibat adanya globalisasi membuat semangkin mudahnya masyarakat mendapat berbagai informasi, seakan dunia hanya ada dalam genggaman. Salah satu media untuk dapat mengakses informasi dari seluruh dunia adalah melalui internet khususnya media sosial.

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susesnas) pada tahun 2019 sebanyak 45,85 persen penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mengakses internet dalam kehidupan sehari-hari. Penduduk yang paling banyak mengakses internet pada tahun 2019 adalah penduduk Kota Pangkapinang sebesar 62,09 persen sedangkan yang paling sedikit mengakses internet adalah Kabupaten Bangka Selatan yang hanya sebesar 40,91 persen.

Kemajuan di bidang teknologi informasi internet terutama media sosial di Kepulauan Bangka Belitung dapat memberikan dampak yang positif untuk dunia kepariwisataan. Apabila sebanyak 45,85 persen warga pengguna internet ini diberdayakan untuk memperkenalkan potensi Daya Tarik Wisata (DTW) di Kepulauan Bangka Belitung.

Memperkenalkan Destinasi Wisata kepada wisatawan baik Domestik maupun Mancanegara dapat dilakukan oleh masyarakat Babel, karena mereka sudah mengenal banyak DTW yang ada di daerah mereka sendiri. Menggunakan media sosial masyarakat dapat membantu mempromosikan pariwisata Kepulauan Bangka Belitung.

DTW yang mereka kunjungi dapat dibagikan informasinya berupa berita, foto, video atau informasi mengenai Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung dan disebarluaskan kepada masyarakat dunia. Dalam berbagi informasi, hampir semua platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, Youtube dan lainnya dapat dimanfaatkan.

Hal ini dilakukan karena wisatawan dalam mengambil keputusan untuk melakukan perjalanan wisata lebih percaya pada cerita dari orang yang pernah datang ke destinasi wisata. Dengan peran serta masyarakat lokal sebagai pemberi informasi destinasi pariwisata kita yakin pariwisata Kepulauan Bangka Belitung akan lebih dikenal dan informasi yang disampaikan di media sosial akan lebih efektif.

Untuk menginformasikan destinasi wisata Kepulauan Bangka Belitung ini diharapkan setiap individu masyarakat selaku wisatawan lokal yang mempunyai akun media sosial dapat mengabadikan setiap moment kunjungannya ke daya tarik wisata di Kepulauan Bangka Belitung.

Promosi tempat tujuan wisata dengan cara melibatkan masyarakat lokal ini sangat diperlukan apalagi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki banyak potensi wisata. Tentunya upaya kegiatan ini menjadi sangat penting. Promosi tempat wisata yang digerakkan oleh masyarakat dengan baik akan memberikan tambahan penerimaan asli daerah, dan mendorong proses perkembangan ekonomi lokalitas di sekitar daerah tujuan wisata.

Promosi wisata oleh masyarakat ini dalam rangka pengembangan perekonomian daerah, sehingga akan menjadi barometer untuk pelaksanaan program promosi pariwisata Kepulauan Bangka Belitung itu sendiri, sekaligus sebagai rujukan untuk kegiatan-kegiatan yang terkait. Promosi wisata Bangka Belitung yang melibatkan masyarakat dapat membantu pemerintah dalam mempromosikan wisata lokal sebagai tujuan wisata yang menarik serta dapat meningkatkan citra wisata Bangka Belitung melalui media sosial ke wisatawan domestik maupun internasional.

Kita berharap dengan majunya dunia kepariwisataan di Bangka Belitung akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang datang dan akan berdampak pada tingkat Pendapatan Asli daerah (PAD) dari sektor Pariwisata sehingga bisa membuat masyarakat sejahtera, serta bisa menjadi salah satu sektor bisnis yang menjanjikan di masa yang akan datang dimana Bangka Belitung tidak sepenuhnya lagi bergantung pada sektor pertambangan timah. (Munawar) 

 

 

 

 

 

.