Wakil Gubernur Abdul Fatah Memberikan Apresiasi Maestro Seni Kep. Bangka Belitung

avatar Fauzan Irhamni
Fauzan Irhamni

Pangkalpinang - 10 Maret 2021, bertempat di Ruang Rapat Tanjung Pendam, Kantor Gubernur, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi Kep. Bangka Belitung dalam hal ini diwakili oleh Wakil Gubernur Drs. H. Abdul Fatah, M.Si menyerahkan apresiasi maestro seni Kep. Bangka Belitung secara langsung kepada Dua Maestro yaitu Bapak Batman yang melestarikan seni Campak Dalung dan Bapak Baidjuri yang melestarikan seni pertunjukan daerah. Ini adalah bukti komitmen pemerintah untuk menjadikan pelaku budaya sebagai mitra sejajar untuk melestarikan kekayaan kebudayaan nasional.

Menurut Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan yang dalam hal ini diwakili Wawan Yogaswaru, Maestro adalah Begawan budaya yang diharapkan menjadi inspirasi generasi muda untuk lebih peduli dan memajukan kebudayaan. Selain itu Bapak Wakil Gubernur, Abdul Fatah mengatakan bahwa beliau dan jajarannya memiliki visi untuk menjadikan kebudayaan sebagai basis untuk memperkuat karakter masyarakat sekaligus memajukan ekonomi kreatif dan pariwisata, karena banyak sekali aspek budaya yang bisa diangkat ketingkat yang lebih luas.

Penerima Penghargaan Maestro Seni Tradisi dipilih berdasarkan (1) persyaratan dan kriteria penilaian (2) keunikan karya, (3) kelangkaan warisan karya budaya: (4) lama pengabdian; (5) upaya pewarisan terhadap budaya tradisi yang ditekuni kepada generasi muda. Sebagai bentuk apresiasi, para penerima Penghargaan Maestro Seni Tradisi mendapat bantuan uang operasional Rp. 25 Juta setiap tahun dari Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan. Apresiasi ini selain bentuk pengakuan dan penghargaan atas karya budaya yang telah dihasilkan, juga diharapkan menjadi stimulus bagi konsistensi dalam usaha pemajuan kebudayaan yang telah dilakukan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2007 telah memberikan Anugerah Kebudayaan Indonesia kepada Maestro Seni Tradisi sejumlah 53 orang dari berbagai daerah di tanah air. Maestro ini merupakan para pahlawan dalam bidang kebudayaan, karena telah berjasa dalam mewariskan pengetahuan dan ketrampılannya (transfer knowledge) yang berakar pada nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia kepada generasi muda, sehingga seni tradisi tersebut diharapkan tidak mengalami kepunahan.