The 23rd IMT-GT Ministerial Meeting and Related Meeting 24th Senior Officials’ Meeting: Pertajam Rekomendasi Working Groups

 

24th Senior Officials’ Meeting, Ballroom 1, Hotel Novotel Bangka, Bangka Tengah, Selasa (27/9/2017).

 

www.visitbangkabelitung.com – Agenda lanjutan 23rd IMT-GT Ministerial Meeting and Related Meeting, yakni 24th Senior Officials’ Meeting (SOM) dimulai pada pukul 08.30 WIB, di Ballroom 1, Hotel Novotel Bangka, Bangka Tengah, Rabu (27/9/2017). Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Rizal Affandi Lukman, Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator Perekonomian selaku Senior Officials of Indonesia.

Rizal mengatakan bahwa pada rapat ini keenam working group mempresentasikan laporan yang telah disiapkan dari rapat atau agenda sebelumnya. “Rapat tingkat senior officials adalah bagian dari persiapan rapat di tingkat Menteri dimana setiap working group yang ada didalam kerjasama IMT-GT menyampaikan laporan secara terperinci. Keenam working group tersebut, antara lain pertanian, produk dan jasa halal, tourism, kemudian untuk kerjasama transportasi dan ICT, itu merupakan sub working group yang baru dibentuk. Karena ICT merupakan fenomena baru dan memiliki peran untuk meningkatkan ekonomi serta mendukung peran UKM. Berikutnya adalan trade dan Investasi,” kata Rizal saat ditemui usai pertemuan.

Agenda lanjutan dari Senior Officials’ Meeting, yakni 14th Chief Ministers’ and Governors’ Forum akan dilangsungkan besok, Kamis (28/9). Sejumlah gubernur di wilayah Sumatera akan hadir pada rapat tersebut. Rizal berpendapat bahwa kehadiran para gubernur terkait menjadi sangat penting, karena adanya keterlibatan daerah didalam program yang direncanakan IMT-GT.

“Terakhir tadi juga ada kerjasama antara forum gubernur yang disebut Chief Ministers’ dan Governors’ Forum yang besok pagi akan dipimpin langsung oleh Gubernur Babel selaku tuan rumah dan insyaAllah akan dihadiri oleh 5 gubernur di Indonesia, kemudian juga 2 wakil gubernur di Sumatera, dan beberapa yang diwakili Bappeda mau pun Asisten. Negara lain juga akan dihadiri beberapa gubernur dan juga chief minister. Hal ini menjadi sangat penting karena sejatinya kerjasama IMT-GT ini juga melibatkan daerah. Oleh karena itu kehadiran para gubernur menjadi sangat penting,” tutur Rizal.

Rizal juga menjelaskan bahwa pada pertemuan tersebut juga dibahas mengenai UNINET (University Network) dengan chairman-nya yakni Muzain Afan, rektor Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

“Di Indonesia ada 11 universitas di wilayah Sumatera yang menjadi anggota dari charter UNINET ini. Kemudian 4 dari Thailand, dan 8 dari Malaysia. UNINET sendiri adalah networking kerjasama antar universitas untuk mendukung pelaksanaan kerjasama IMT_GT. Jadi mereka melakukan riset, studi, dalam rangka mendukung kerjasama IMT_GT,” tutur Rizal.

Selain kerjasama universitas, lanjut Rizal, inisiatif lain dari para gubernur dan chief minister adalah tentang Green City Initiative, yakni inisiatif untuk mengembangkan kota yang ramah lingkungan. Di Indonesia telah diikuti oleh Medan dan Batam. 3 kota lainnya, yakni 2 di Malaysia dan 1 di Thailand.

“Saat ini ada pemikiran untuk memperluas jaringan dibidang Green City. Karena tidak hanya di kota-kota di Indonesia seperti wilayah Sumatera saja, tapi juga ingin dikembangkan untuk kota-kota lainnya. Untuk itu dikembangkan lah SUDF atau Sustainable Urban Development Framework, yakni framework untuk mengembangkan kota yang memiliki keberlangsungan dilihat dari sisi suplai energi, air, bagaimana pengolahan limbah, dan sebagainya. Intinya ini tidak hanya untuk kota besar, tapi juga untuk kota menengah dan kecil.” kata Rizal.

Bahasan lain yang diangkat pada 24th SOM adalah tentang update perkembangan dari Physical Connectivity Projects, yang berisikan proyek-proyek infrastruktur untuk mendukung tiga wilayah, yakni Sumatera, Thailand, dan Malaysia. Ini semua senilai US$47 miliar dengan proyek, antara lain jalan tol,jembatan, kereta api, pelabuhan, pelabuhan udara, dan lain sebagainya.

Saat ini, kerjasama IMT-GT tersebut telah masuk pada tahapan penyepakatan rancangan untuk 5 tahun kedepan dan juga rangcangan visi kerjasama IMT-GT sampai dengan tahun 2036. Keenam working group dan inisiatif Green City menjadi pilar dalam kerjasama IMT-GT yang akan datang.

ASEAN Secretariat yang juga hadir pada pertemuan ini juga membahas tentang kerjasama dengan IMT-GT, dimana ASEAN Secretariat dan IMT-GT akan saling mendukung dan saling melengkapi satu sama lain. Disamping itu, ADB (Asian Development Bank) mendukung kerjasama IMT-GT ini baik dalam menyediakan konsultan, tenaga ahli, dan penelitian-penelitian yang akan digunakan sebagai referensi dan bahan dalam penyusunan program kerjasama dalam wilayah IMT-GT.

Sementara komponen penting lainnya, JBC (Joint Business Council), yakni perkumpulan pengusahan swasta yang ada di wilayah IMT-GT juga telah menyampaikan berbagai rekomendasi yang nantinya akan dipelajari lebih lanjut dan dipertimbangkan bersama.

 

Penulis            : Ernawati Arif

Editor               : Yuliarsih

Updater           : Rafiq Elzan

Dokumentasi : Ernawati Arif