The 23rd IMT-GT Ministerial Meeting and Related Meeting IMT-GT Ciptakan Kawasan Ekonomi Terpadu

Foto bersama delegasi 23rd Ministerial Meeting di Hotel Novotel Bangka, Bangka Tengah, Jum’at (29/9/2017).

 

www.visitbangkabelitung.com – Kerjasama antar tiga negara, yakni IMT-GT (Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle) tidak hanya untuk meningkatkan dan mengembangkan perekonomian di tiga negara, tapi juga diharapkan menciptakan suatu kawasan ekonomi terpadu di wilayah IMT-GT. Terkait hal ini, Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian RI mengatakan bahwa sinergi yang kuat dari ketiga negara IMT-GT akan berujung pada kemakmuran bagi ketiga negara tersebut.

“Saya percaya kerjasama yang lebih kuat, akan berdampak pada integrasi yang lebih dalam khususnya dalam menciptakan kemakmuran bersama,” ujar Darmin saat jumpa pers di Hotel Novotel Bangka, Bangka Tengah, Jum’at (29/9/2017).

Darmin mengatakan, sepanjang tahun 2012 hingga 2015, total investasi ke wilayah IMT-GT meningkat hingga 19% dari US$12,6 miliar pada tahun 2012 menjadi US$15,1 miliar pada tahun 2015. Kinerja ekonomi yang stabil dan iklim investasi yang ramah membuat ketiga negara IMT-GT menjadi tujuan investasi, baik bagi investor domestik mau pun mancanegara.

“Kami berharap investasi terus mengalir ke kawasan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle karena pemerintah dan bisnis saling membantu satu sama lain untuk meningkatkan daya saing di daerah secara terus-menerus,” tuturnya.

Darmin juga mengatakan agar dapat menciptakan suatu ikatan kerjasama yang erat antara IMT-GT dengan pihak swasta mau pun pemerintah daerah, IMT-GT telah menyediakan platform bagi swasta mau pun negara-negara anggota untuk berkontribusi seluas-luasnya dalm pembangunan ekonomi daerah di negaranya.

Sejumlah proyek kerjasama IMT-GT yang sedang dikembangkan, antara lain sektor pariwisata, transportasi, pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia), dan infrastruktur.

Sektor pariwisata mengadopsi Tourism Strategic Framework sebagai panduan dalam mempromosikan pariwisata lintas batas, agar dapat menjadikan IMT-GT sebagai paket destinasi wisata tunggal yang berkelanjutan, inklusif, dan kompetitif.

Sementara dari segi transportasi, ketiga negara IMT-GT sedang melakukan berbagai perbaikan infrastruktur perdagangan lintas batas. Hal ini guna mendukung peran negara-negara IMT-GT yang menjadi basis ekspor.

Selanjutnya untuk pengembangan SDM, ketiga menteri sepakat untuk meningkatkan peran universitas IMT-GT dalam pengembangan dan pertumbuhan IMT-GT melalui penelitian dan teknologi inovatif dengan membentuk kerjasama UNINET (University Network).

Terkait infrastruktur, dilakukan pembangunan proyek konektivitas prioritas atau Priority Connectivity Projects (PCPs) senilai US$47 miliar yang terdiri dari proyek pelabuhan udara, pelabuhan laut, jalan, jembatan, kereta api, dan lain-lain.

Sebelum mengakhiri jumpa persnya, Darmin mendorong adanya kerjasama lebih lanjut antar pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka mewujudkan tujuan yang tercermin dalam Roadmap Baru untuk IMT-GT, yakni IMT-GT Vision 2036 dan IMT-GT Implementation Blueprint 2017-2021.

Pertemuan pamungkas ini dihadiri oleh Menteri dari Kantor Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdul Rahman Dahlan, Menteri Transportasi Kerajaan Thailand Arkhom Termpittayapaisith, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Sosial Budaya ASEAN Vongthep Arthakaivalvatee, Director of Indonesia – Malaysia – Thailand Subregional Cooperation Pairote Potivong, Direktur ADB (Asian Development Bank) Ramesh Subramaniam, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, serta perwakilan dari ketiga negara.

 

Penulis            : Ernawati Arif

Editor               : Yuliarsih

Updater           : Rafiq Elzan

Dokumentasi : Rafiq Elzan