The 23rd IMT-GT Ministerial Meeting and Related Meeting Kota Muntok Cocok Dengan Konsep Green City

 

Foto bersama para delegasi IMT-GT untuk 14th Chief Ministers and Governors’ Forum saat jamuan makan makan malam, di Restoran Gale-Gale, Bangka Tengah, Kamis (28/9/2017).

 

www.visitbangkabelitung.com – Hasil rapat pada agenda The 14th Chief Minister and Governors’ Forum (CMGF) yang dimuat dalam pertemuan tingkat menteri IMT-GT (Indonesia – Malaysia – Thailand) ke – 23 akan ditindaklanjuti pada dua pertemuan selanjutnya di Singapura dan Thailand. Pada kesempatan ini, Erzaldi Rosman, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjelaskan terkait keikutsertaan tersebut.

“Hasil pertemuan IMT-GT ini (CMGF. Red) akan ditindaklanjuti dengan dua pertemuan. Satu di Singapura, berkenaan dengan Green City. Dimana akan membahas panduan dalam menyamakan konsep agar Green City ini dapat membuat kehidupan masyarakat lebih baik. Jadi sustainable green city terhadap lingkungan kita ini memang benar-benar harus kita kedepankan. Terlebih bagi kota-kota yang mengedepankan pariwisata sebagai kebijakan daerahnya,” kata Erzaldi saat ditemui usai pertemuan, di Hotel Novotel Bangka, Bangka Tengah, Kamis (28/9/2017).

Erzaldi juga telah menawarkan Bupati Bangka Barat, Parhan Ali, terkait rencana pengembangan Green City di Kota Muntok. Beliau menilai, Kota Muntok sangat lah tepat untuk konsep Green City.

“Ini merupakan salah satu strategi marketing. Saya tawarkan Pak Parhan, Green City untuk Mentok ini sangat cocok sekali. Selain Green City, dia (Kota Muntok. Red) juga adalah kota heritage, kota sejarah,” kata Erzaldi.

Selain itu, Erzaldi juga menambahkan bahwa perekonomian di daerah perbatasan akan terus dikembangkan. Kelanjutan kerjasama dalam bentuk MoU (Memorandum of understanding) bagi provinsi-provinsi lain baik di wilayah se – Sumatera dan IMT-GT kedepannya akan ditindaklanjuti, seperti halnya Sabang yang akan membuat MoU terkait konektivitas baik pesawat udara mau pun pelabuhan dengan Penang dan Johor.

Pertemuan kedua yang direncanakan pada bulan Maret di Thailand, Bangkok, dikhususkan pada pariwisata urban. Terkait hal ini, Erzaldi menuturkan bahwa Babel harus bergerak cepat dalam mengambil dan memanfaatkan peluang.

“Pertemuan kedua sekitar bulan Maret, di Thailand, Bangkok. Ini khusus membahas pariwisata urban. Kita harus mengambil peluang ini. Kalau kita tidak mengambil peluang ini, kita akan sangat rugi. Nah, meeting pada hari ini akan ditindaklanjuti pada meeting tahun depan. Harapan saya kegiatan-kegiatan seperti IMT-GT ini akan terus dapat kita tindaklanjuti,” tutur Erzaldi.

Hal menarik lainnya yang disampaikan Erzaldi kepada Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian RI yakni agar Kota Pangkalpinang dapat menjadi tempat Sekretariat IMT-GT untuk Indonesia. Rencana ini pun disambut positif oleh Darmin.

Disamping Green City, tourism, dan konektivitas, UNINET (University Network) juga menjadi salah satu bahasan utama. Erzaldi sempat mengatakan, UNINET akan mencapai MoA (memorandum of Agreement) pada Januari mendatang. MoA ini berisikan pertukaran mahasiswa untuk belajar di masing-masing negara di wilayah IMT-GT selama beberapa waktu.

Stabilitas harga karet juga menjadi perhatian Erzaldi. “Kita juga menyampaikan masalah stabilisasi harga karet. Thailand kan penghasil karet terbesar di dunia, Indonesia nomor dua, dan Malaysia nomor tiga. Nah, dalam forum ini ada gerakan atau pun rencana pertemuan lagi untuk membuat stabilitas harga karet, disamping juga meningkatkan harga karet,” kata Erzaldi.

Erzaldi menambahkan bahwa nantinya akan dibentuk Rubber District dengan rencana pembangunan pabrik karet di Sumatera untuk di Indonesia dan juga di Malaysia untuk menampung karet dari Thailand.

The 14th Chief Minister and Governors’ Forum (CMGF) merupakan agenda lanjutan setelah 24th Senior Officials’ Meeting (SOM), dalam rangkaian The 23rd IMT-GT Ministerial Meeting and Related Meeting yang diselenggarakan sejak 26 hingga 29 September 2017.

CMGF dipimpin langsung oleh Erzaldi Rosman, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Sementara Datok Ku Abdul Rahman Ku Ismail mewakili Malaysia dan Chatupot Piyamputra mewakili Thailand. Turut hadir pada forum, yakni senior official of Indonesia Rizal Affanfi Lukman (Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator Perekonomian RI), senior official of Malaysia Saiful Anuar Lebai Hussen, dan senior official of Thailand Pattama Teanravisitsagool, chairman of JBC (Joint Business Council) Datok Faudzi Naim Haji Noh, dan Director of Indonesia – Malaysia – Thailand Subregional Cooperation Pairote Potivong.

 

Penulis           : Ernawati Arif

Editor              : Yuliarsih

Updater          : Rafiq Elzan

Dokumentasi : Rafiq Elzan