Arief Yahya: Pariwisata Dipilih Karena Memiliki Trading Add Yang Tinggi

Hal ini diungkapkan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, saat mengunjungi salah satu tempat yang diusulkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Pulau Bangka, yakni Pantai Pan Semujur, Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Jumat (13/4/2018).

“Pariwisata dipilih, kan? Apa saja boleh dipilih, tapi yang trading add-nya tinggi. Industri itu kalau dibagi hanya ada 3 besar, manufacturing, trading, dan services. Urutan trading add-nya, trading lebih besar dari manufacturing, dan services lebih besar dari trading. Dan pariwisata memungkinkan untuk itu,” ungkap Menpar.

Menpar melanjutkan bahwa pariwisata merupakan reasonable tourism development yang didalamnya terdapat economic, environtment, dan culture atau community.

“Pariwisata ini merupakan reasonable tourism development yang di dalamnya ada 3P, yakni Planet, People, dan Prosperity. Pariwisata itu harus lestari, semakin lestari semakin sejahtera. Kalau tidak begitu, bukan pariwisata,” lanjutnya.

Menpar menjelaskan bahwa pertumbuhan pariwisata bagi Indonesia lebih besar dari pertumbuhan global dan regional.

“Saya akhirnya bisa membuktikan pariwisata untuk Indonesia itu sekarang tumbuhnya 22%. Hampir tidak ada industri di Indonesia yang tumbuhnya 22%. 22% itu sebesar apa? Dia 3 kali lipat dibanding pertumbuhan global dan regional, mereka 7%. Dan 4 kali dibandingkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” jelasnya.

Selain tinggi pertumbuhannya, Menpar juga mengatakan bahwa pariwisata diproyeksikan sebagai penyumbang terbesar devisa negara.

“Selain pertinggi pertumbuhannya, diproyeksikan tahun 2019 pariwisata akan menjadi penghasil devisa nomor 1. Dan kita bisa mendapatkan begitu mudah dan begitu murah. Indonesia cocok untuk tourism. Kalau tourism-nya maju, trade investment-nya mengikuti,” katanya.

Terkait KEK, Menpar menegaskan bahwa KEK pariwisata dapat mempercepat pembangunan dan pengembagan suatu daerah.

“Dari dulu saya sudah bilang, kalau Bangka mau maju, harus punya KEK pariwisata. daerah lain juga begitu. Saya sudah menyurati semua gubernur. Saya ingin membuat 100 KEK pariwisata. Mendapatkan izin KEK tidak mudah tapi lebih tidak mudah lagi kalau tidak punya KEK,” tegasnya.

Jadi, lanjut Menpar, Anda harus punya KEK pariwisata. Kalau sudah ada KEK, maka Pemerintah Pusat akan commit membangun infrastruktur dan kebutuhan dasar lainnya.

Beliau berharap agar usulan KEK pariwisata di Pulau Bangka dapat segera disetujui oleh Pemerintah Pusat.

“Berkaitan dengan KEK, saya berharap usulan KEK pariwisata Pan Semujur, Bangka Tengah dan Pantai Lintas Timur, Bangka dapat segera disetujui oleh Pemerintah Pusat,” harapnya.

 

Penulis : Ernawati Arif (Pranata Humas)

Foto      : Anugerah Gusta Prima