Bakwan Bangka

 
Bahasa Indonesia/ English
 
Bakwan merupakan salah satu makanan ringan yang cukup digemari oleh masyarakat di Pulau Bangka. Biasanya bakwan dijual di rumah pondok kecil yang terbuat dari kayu dan beratap daun rumbia, berukuran 2m x 2m. Bakwan lazimnya merupakan gorengan yang terbuat dari campuran tepung terigu dan sayur-sayuran seperti taoge, kubis, dan wortel. Tetapi, bakwan di Pulau Bangka sangat berbeda dengan bakwan pada umumnya. Makanan ringan yang disebut dengan bakwan oleh masyarakat Bangka merupakan makanan berkuah terdiri dari dua komponen dasar yaitu bakwan dan kuah bakwan. Bakwan sendiri memiliki bentuk dan tekstur yang sama dengan pempek. Pempek yang dijadikan bakwan biasanya dibuat lebih kenyal dengan komposisi tepung tapioka atau tepung sagu yang lebih banyak daripada ikan.
 
Komposisi bakwan terdiri dari tepung sagu, ikan, dan garam. Ikan yang digunakan bisa  beraneka ragam. Membuat bakwan, umumnya masyarakat menggunakan ikan kepetek, ikan tabu gendang, ikan tamban, ikan dencis (Sardinilla lemuru), ikan ciu (Selaroides leptolepis), atau ikan parang-parang (Chirocentrus dorab). Ikan-ikan tersebut merupakan ikan yang sering dihasilkan oleh para nelayan yang masih menggunakan alat tangkap tradisional seperti tebak atau pukat. Sementara itu, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kuah bakwan terdiri dari bawang merah, bawang putih, garam serta lada putih atau dalam bahasa lokal disebut sahang.
 
 
Secara tradisional, proses pembuatan bakwan dimulai dengan merebus ikan yang telah dicuci bersih. Setelah itu, daging ikan dipisahkan dari tulangnya dan air rebusan ikan disaring. Daging ikan dan air rebusannya kemudian dicampur dengan tepung sagu dan garam lalu dimasak sambil diaduk-aduk hingga mengental. Selanjutnya, adonan tersebut diuleni lagi dengan tepung sagu hingga kalis dan dibentuk bulat memanjang lalu masukkan ke dalam air mendidih dan rebus hingga matang.
 
Kuah bakwan dibuat dengan cara menghaluskan semua bumbu, ditumis dan tambahkan air secukupnya dan direbus hingga mendidih, lalu masukkan pempek yang telah dipotong-potong menyerong atau sesuai selera kedalam kuah tersebut dan didihkan.
 

Proses pembuatan bakwan secara tradisional menghasilkan bakwan dengan tekstur yang agak keras. Adanya alat penggilingan ikan yang terbuat dari besi, kini proses pembuatan bakwan tidak lagi serumit cara tradisional, juga bakwan yang dihasilkan tidak terlalu keras. Saat ini masyarakat dapat dengan mudah membeli daging ikan giling karena banyak penjualnya di pasar-pasar kota Pangkalpinang. Dan jenis daging ikannya pun bermacam-macam ada daging ikan ciu, tenggiri, parang-parang, dencis, dan kacang-kacang. Daging ikan yang berwarna putih seperti daging ikan tenggiri dan parang-parang akan menghasilkan bakwan yang putih pula. Sedangkan bakwan yang dibuat dengan ikan dencis, tamban, dan ciu berwarna agak hitam.


Bakwan is one of favorite snacks in Bangka, usually sold in 2mx2m wooden huts. Bakwan is made from flour and vegetables such as bean sprouts, cabbage and carrot. However, Bakwan in Bangka is quite different from common fried Bakwan. This culinary is accompanied with broth. Bakwan itself is almost similar with pempek. However the texture is chewier since the composition of tapioca flour and sago flour is more than fish meat. 
 
The ingredients of bakwan are sago flour, any kinds of fish, and salt. Generally, people use kepetek fish, tabu gendang fish, tamban fish, dencis fish ( Sardinilla lemuru), ciu fish ( selaroides leptolepis), or parang-parang fish (chirocentrus dorab). All fish are caught by fishermen using traditional net like tebak or seine net.
 
The step to make Bakwan is started by washing and boiling the fish. After that, the flesh is separated from bones and the broth is filtered. Mix the minced fish together with sago flour, salt and stir and cook until thick. Next, add sago flour and knead until the dough is no longer sticky. Take some dough and shape it long rounded, and boil it until cooked.
 
Meanwhile, the ingredients of broth are onion, garlic, salt and pepper. Grind then stir-fry all the ingredients. Add sufficient water and boil it. Put the sliced Bakwan into the boiling water. Cook until tender.  
 
The traditional process of making bakwan is more complicated and produced quite hard texture of bakwan. The grinding fish machine simplifies the process and makes bakwan tenderer. Nowadays, people can easily find many kinds of fish mince in the markets in Pangkalpinang, such as ciu fish, mackerel, parang-parang, dencis and Kacang-kacang. Mackarel and parang-parang will will produce white color of bakwan while dencis, tamban and ciu will produce darker color of bakwan.

Penulis: Hera Riastiana
Translator: Rita Eviyanti
Editor: Yuliarsih (Bahasa Indonesia)/ Rosy Handayani (English)
Photo: Pak Wo Bangka, Rias, Rusni

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary