Batu Mentas

Tarsius Bancanus Saltatore
Bahasa Indonesia/ English
 
Batu Mentas merupakan kawasan hutan lindung hujan tropis yang terletak di kaki Gunung Tajam, yaitu di Dusun Kelekak Datuk Kecamatan Badau, sekitar 30 Kilometer dari Kota Tanjung Pandan, atau sekitar 20 menit perjalanan kendaraan bermotor.
 
Batu Mentas merupakan bagian kawasan hutan yang menjadi kawasan konservasi fauna langka Tarsius Bancanus Saltatore, jenis Tarsius yang hanya ditemukan di Pulau Belitung. Oleh orang local, fauna ini disebut dengan Pelile’an. Selain Pelile’an, di Batu Mentas juga terdapat flora dan fauna yang sudah mulai langka seperti pohon Pelawan, Pohon Simpor Laki, Sisilan, Nibong Palay serta Pelanduk, Tupai Kelaras, Burung Siaw dan lain-lain. Banyak orang yang datang ke Batu Mentas hanya untuk melihat Pelile’an. Kawasan ini juga sering menjadi tempat riset peneliti Pelile’an yang unik tersebut.
 
sisilan
Pohon Sisilan (Sisilan Tree)
 
Di Batu Mentas juga terdapat aliran sungai yang juga menjadi atraksi wisata “tubing”. Wisatawan dapat mengarungi jeram sungai dengan menggunakan ban-ban yang difungsikan sebagai perahu.
 
Selain mengamati Tarsius dan berolahraga Tubing, aktivitas lain yang dapat dilakukan disini adalah aktivitas outbound seperti hiking, menjelajah kawasan hutan yang memiliki flora yang sudah mulai langka. Kawasan ini sangat baik untuk menjadi kawasan rekreasi edukasi. Pengelola kawasan membuat pula taman bacaan yang koleksinya adalah sumbangan dari banyak pihak.
Rumah Baca (Reading house)
 
Yang mengelola kawasan ini adalah salah satu kelompok pecinta lingkungan di Pulau Belitung. Kelompok ini menjadikan kawasan Batu Mentas sebagai kawasan eko-wisata. Di sini wisatawan dapat menginap di rumah pohon atau di tenda yang di desain seperti kamar hotel. Tersedia juga restoran untuk “makan bedulang” yang menyediakan menu-menu lokal orang Belitung.
Kamar Tenda yang juga dilengkapi oleh kamar mandi sendiri (Lodging Tent equipped with modern bathroom)
 
Batu Mentas is a tropical protected forest situated at the foot of Mount Tajam, in Kelekak Datuk Hamlet, Badau district. It only takes 20 minutes travel or about 30 km from Tanjung Pandan – the center of Belitung regency.
 
It’s a conservation area for endangered species like Pelanduk, Kelaras squirrel, Siaw bird and others. One of them is Tarsius Bancanus Saltatore which is only found in Belitung. Many people come here just to see tarsius known as pelile’an by the local. It is also a research area for that unique species. Besides the fauna, this area also keeps considered-rare flora such as Pelawan, Simpor Laki, Sisilan, and Nibong Palay tree.
 
The nature also blesses Batu Mentas with a river used for tubing’s activity. In this activity, tourists flow the stream on inflated inner tire or rubber tubing functioned as boats.
Furthermore, besides close observation of Tarsius and tubing, another activity to enjoy here is hiking to explore such a forest. This area is good for educational recreation owing to its rare flora. To complete it as a particular purpose destination, the NGO managing the site has built a library containing books donated by many parties.
 
This area is run by a group of environmental activist in Belitung who turned it into an ecotourism destination. Tourists can stay in tree houses or tents designed as hotel rooms. Restaurant for makan bedulang – or eating together in a group from a round food tray – serving local dishes is also available here.

Naskah:Mustiar/ RB
Translator: S.A. Sobri
Photo: Rusni

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Nature, Kabupaten Belitung
Nature, Kabupaten Belitung
Nature, Kabupaten Belitung
Nature, Kabupaten Belitung
Nature, Beach/Marine, Culture and Arts, Kabupaten Belitung