Bawakan Cual di Atas Cat Walk, Cual Laris Diborong

Pangkalpinang - Melati Erzaldi mengakui bahwa dirinya bahkan pernah membawakan busana Cual di atas cat walk, sebagai strategi marketing. Melati berharap Cual dapat dikenal luas sebagai kain khas Bangka Belitung.

"Saya pernah berjalan di atas cat walk untuk membawakan busana Cual, di salah satu pameran. Alhasil, stan Cual kita laris manis dan pulang ke Pangkalpinang ga bawa Cual," kata Melati saat memberikan materi terkait Cual, pada Seminar Kajian Tradisi Bangka Belitung 2018, di Hotel Sahid, Pangkalpinang, Selasa (30/10/2018).

Melati yang merupakan Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merasa terpanggil untuk mengangkat dan melestarikan Cual sebagai aset daerah.

"Sebagai orang Bangka Belitung, saya katakan saya adalah duta Cual. Saya lebih sering mengenakan Cual. Selain contoh, ini juga menjadi bagian dari branding. Dan tentu saja Cual sebagai karya budaya Bangka Belitung harus kita lestarikan," katanya.

Melati menambahkan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan Cual hingga ke mancanegara.

"Cual sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2015. Kita akan terus memperjuangkan Cual hingga dikenal baik oleh nusantara, bahkan mancanegara. 

Melati juga berharap bahwa produksi Cual secara keseluruhan dapat dilakukan di Bangka Belitung.

"Saat ini produksi Cual belum semuanya dilakukan di Bangka Belitung, misal pencelupan benang, penggulungan, dan pemotifan masih di Palembang. Kedepannya saya harap semua prosesnya bisa dilakukan di sini," tutupnya.

Seminar dihadiri lima puluh orang peserta yang berasal dari instansi pemerintah, pengrajin, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Tim ahli yang memaparkan hasil kajian tradisi, yakni Dr. Semiarto Aji Purwanto, Phd (editor), Bambang Haryo Suseno (peneliti kain tradisional), dan Yulian Fachrurrozi (peneliti hutan adat). 

Penulis dan foto: Ernawati Arif (Pranata Humas Disbudpar Babel)