Bubur Sure

 
Pada hari jatuhnya tanggal sepuluh Muharram, masyarakat Kampung Tanjung di Muntok, Bangka Barat, beramai-ramai datang dan berkumpul di Surau Tanjung, sebuah bangunan kecil dan sederhana yang beratap hijau dengan dinding berwarna putih, tipikal bangunan Surau pada masa lalu di Pulau Bangka. Mereka datang untuk duduk bersama membaca ayat-ayat suci Al Quran dan doa Asyura sambil menunggu waktunya berbuka puasa. Tradisi ini telah berlangsung lama dalam masyarakat Kampung Tanjung yang mayoritas menganut agama Islam. Meskipun bukan sebuah perayaan yang meriah, namun pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh dengan semangat kekeluargaan dari masyarakatnya.
 
Peringatan hari sepuluh muharam di Kampung Tanjung biasanya dilengkapi dengan sajian Bubur Sure sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Hidangan ini merepresentasikan rasa syukur masyarakat terhadap Sang Pencipta. Menurut cerita masyarakat, Bubur Sure dibuat ketika persediaan makanan di Kapal Nabi Nuh mulai menipis dan untuk menghadapi situasi ini, Nabi Nuh memerintahkan untuk mengumpulkan seluruh bahan makanan yang dapat ditemukan. Setelah terkumpul seluruh bahan makanan, Nabi Nuh kemudian mencampurkan semua bahan makanan dan memasaknya hingga jadilah Bubur Sure. Hidangan ini memiliki cita rasa yang unik manakala rasa lemak santan dan kelembutan perpaduan bumbu bercampur dengan potongan-potongan kecil dari berbagai macam jenis umbi-umbian dan kacang-kacangan.
 
Terdapat hal unik dalam tradisi memasak Bubur Sure pada masyarakat Kampung Tanjung, yaitu memasukkan tiga buah batu kerikil kedalam bubur. Masyarakat percaya orang yang mendapatkan kerikil dalam mangkuknya, maka orang tersebut akan mendapatkan rezeki. Tradisi memasak Bubur Sure pada dasarnya ada dalam masyarakat Melayu dibeberapa daerah di Indonesia seperti Aceh dan Kalimantan, bahkan di masyarakat Malaysia dan Brunei Darusalam juga memiliki tradisi yang sama. Meski demikian citarasa yang dikembangkan oleh setiap masyarakat berbeda begitupula dengan cerita dibalik bubur tersebut.

Penulis: Hera Riastiana
Editor: Rusni Budiati
Photo: Hera Riastiana

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Culture and Arts, Kabupaten Bangka Barat
Culture and Arts, Kabupaten Bangka Barat
Culture and Arts, Kabupaten Bangka Barat
Culture and Arts, Kabupaten Bangka Barat
Bangka Belitung, Culture and Arts, Heritage, Kabupaten Bangka Barat