Bukit Peramun

 
Gunong Peramoen (Pramoen Rocky Hill, Geologische Kaart van Billiton, 1909) atau oleh masyarakat sekitar lebih dikenal dengan sebutan Gunong Peramun, merupakan sebuah bukit yang memiliki puncak tertinggi berupa singkapan Boulder Granit pada ketinggian +129 mdpl. Penamaan “Peramun” itu sendiri berasal dari kata peramu atau ramu atau peramuan, yang muncul karena tradisi masyarakat zaman dulu secara turun temurun menjadikan bukit Peramun sebagai tempat tumbuhnya beraneka ragam tumbuhan lokal yang bermanfaat sebagai obat – obatan herbal.
 
Pada bagian puncak bukit ini banyak dipenuhi dengan singkapan boulder granit yang menawan dan mengagumkan dengan berbagai bentuk dan ukuran (batu kembar, batu dinosaurus, dll) yang sangat besar. Pada bagian barat daya Bukit Peramun dapat dijumpai gunong (bukit) Kabal, yang memiliki ketinggian lebih rendah dari Gunong Peramun. Bukan hanya itu saja, saat cuaca cerah wisatawan juga dapat melihat mercusuar Pulau Lengkuas dari Bukit ini. Gunong Peramun terletak dalam wilayah Desa Air Selumar Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, berjarak +21 Km dari pusat Kota Tanjungpandan, Ibu Kota Kabupaten Belitung. Jarak tempuh untuk ke Bukit Peramun sekitar 25 menit.
 
 
Setidaknya ada 4 (empat)  macam wisata yang ditawarkan oleh Gunong Peramun, yaitu:
  1. Wisata petualangan melalui lintasan geotrack hiking dan geotrack sepeda gunung dengan starting point dari puncak bukit (batu kembar) menuju Bukit Langkang dengan menyusuri lembah arah hutan alam Bulin berusia ratusan tahun, kemudian menyusuri jalan setapak TAMAN KEHATI Belitung dengan jarak + 1,8Km. Sedangkan geotrack hiking, berupa berpetualang berjalan kaki (Hiking) menyusuri jalur bebatuan granit di Lembah Ara Bulin Peramun sampai dengan Bukit Langkang, menyusuri goa Dinosaurus, goa Kelayang, goa Kelelawar, goa Kera dan melewati celah formasi batu granit berukuran raksasa serta Hutan Bulin ratusan tahun.
  2. Wisata Alam. Keanekaragaman hayati dan keindahan alam di Bukit Peramun dapat dirasakan langsung dengan menyusuri jalur pendakian ke puncak bukit sampai diketinggian +128 Mdpl, yang dapat ditempuh dalam waktu +40 menit berjalan kaki. Dari puncak bukit pengunjung dapat melihat hamparan keindahan hutan alam, pulau lengkuas, serta pemandangan laut bagian utara Pulau Belitung Selain panorama alam nan elok, Bukit Peramun juga menawarkan wisata melihat matahari terbenam dan matahari terbit yang pastinya akan terlihat lebih indah saat dipandang dari ketinggian.
  3. Wisata edukasi dan penelitian. Bukit Peramun juga kaya dengan tanaman lokal berkhasiat obat yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat secara turun temurun. Yang juga adalah modal kekayaan kearifan lokal yang wajib diteliti dan dilestarikan. Cukup banyak tanaman berkhasiat di kawasan tersebut yang telah dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan skala nasional. Peminat wisata penelitian akan dipandu guide lokal yang faham dan berpengalaman tentang jenis dan khasiat tanaman lokal.
  4. Wisata minat khusus (Pengamatan Tarsius/ Pelilean). Bagi wisatawan yang ingin melihat langsung tarsius dari habitat mereka di alam liar, Bukit Peramun menawarkan, wisata minat khusus pencarian tarsius. Pencarian hanya dapat dilakukan pada malam hari karena tarsius adalah makhluk noctural yang keluar pada malam hari sekitar pukul 18.30-21.00 untuk mencari makan. Wisatawan akan dikenakan biaya sebesar Rp.100.000,-/orang. Apabila tidak ditemukan tarsius selama pencarian, maka biaya yang dikeluarkan akan dikembalikan 50%. Selama proses pencarian,lebih dari 30 orang anggota Arsel Comunity menyebar ke sekitar lokasi untuk mencari keberadaan tarsius. Dan mereka akan memberikan laporan saat telah menemukan tarsius dengan menggunakan handy talky, karena hewan ini cendrung pemalu dan sangat sulit ditemui.