Danau Biru, Kolong Murai

 
Bahasa Indonesia/ English
 
Danau Biru atau  Danau Kaolin terletak di Jalan Murai, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung. Oleh orang lokal, tempat ini juga dikenal dengan sebutan “Kolong Murai”. Hanya butuh waktu kurang dari 15 menit dari pusat kota Tanjung Pandan atau sekitar 10 menit dari Bandara H.AS.Hanandjoeddin untuk ke sana. Danau ini bukan berasal dari kawah gunung seperti Danau Kawah Putih Ciwidey. Danau ini terbentuk dari bekas tempat pertambangan Kaolin yang telah ditinggalkan dan alam menyempurnakan dengan keindahannya.
 
Danau ini berbeda dengan danau vulkanik yang sarat dengan bau belerang karena terbentuk dari letusan gunung berapi. Danau Kaolin Belitung ini tidak mengeluarkan aroma menyengat dari belerang. Sehingga membuat wisatawan betah berlama-lama di danau ini. Sedikit pengetahuan tentang Kaolin, Kaolin adalah suatu mineral sebagai bahan industri seperti kosmetik, kertas, makanan, pasta gigi dan Kaolin digemari karena sifatnya yang halus, putih, kuat, halus serta memiliki daya hantar listrik dan daya hantar panas yang rendah.
 
Di sini, pemandangannya mempesona sepanjang mata melihat. Ada timbunan-timbunan galian seperti bukit disekitar area danau yang sekilas terlihat seperti gunung dalam versi mini tetapi berwarna putih. Daratan bawah danau yang tertutup oleh air terlihat seperti lekukan seekor binatang yang sedang melintas. Apabila air sedang surut, daratan tersebut akan kelihatan seperti gula putih yang bersih.
 
Ditengah danau nampak sebuah daratan yang seakan menghubungan antar ujung danau.sehingga menambah indah panorama. Untuk airnya pun tergolong aman, karena air disini tidaklah panas. Terbukti masih banyak aktifitas warga dan anak-anak yang sedang menggunakan air danau atau mandi di danau.
 
 
Kondisi ini menjadikan wisatawan yang berkunjung tidak hanya bisa menikmati pemandangan saja, tetapi juga bisa bermain ataupun berenang menikmati segarnya air Danau Kaolin, yang sangat tidak dianjurkan bagi yang tidak dapat berenang dengan baik. Sebagian besar warga mengatakan dengan air di Danau kaolin ini kulit jadi lebih halus dan lembut. Sebagai informasi, struktur tanah disekeliling danau kaolin ini tidaklah stabil, sehingga dikhawatirkan akan adanya wisatawan yang terjatuh. Maka disekelilingnya diberi pagar pembatas dan diharapkan ketika berkunjung disini, para wisatawan tidak terlalu dekat berdiri dengan pagar pembatas tersebut. Terdapat papan pemberitahuan agar tidak berenang disitu, karena danau tersebut memiliki kedalaman yang cukup dalam, sehingga berbahaya bagi yang tidak dapat berenang.
 
Bagi penggemar photography, di sini adalah tempat yang paling cocok untuk mencari obyek-obyek foto. Perpaduan warna biru air danau dan dinding-dinding batu yang berwarna putih seperti salju menjadi perpaduan warna yang sangat menakjubkan. Selain itu, tempat ini biasa juga dijadikan tempat untuk melakukan sesi Photo pra-wedding dan anak muda sering mengupload photo mereka di danau ini yang memang sangat “instagramable”.
 
Tidak ada fasilitas umum di area danau karena area ini belum dikelola oleh siapapun. Untuk penginapan, di Kota Tanjungpandan banyak terdapat berbagai penginapan atau hotel. Terdapat beberapa warung makan di sekitar danau. Untuk mencapai Danau Kaolin, wisatawan dapat menyewa mobil atau motor, karena tidak tersedianya angkutan umum dalam kota. Saat berkunjung, usahakan datang pagi atau sore hari. Karena disekitaran danau jarang sekali terdapat pepohonan, sehingga di siang hari cuaca begitu terik. Oleh karena itu, jangan lupa membawa kaca mata hitam jika datang ke sini, karena cahaya matahari yang memantul dari permukaan yang putih, cukup membuat mata menjadi silau.

 
The Lake Biru or Lake Kaolin is located at Jalan Murai, Desa Air Raya, Tanjungpandan, Belitung. Local people call this place as “Kolong Murai” [Kolong = ex mining pond]. It takes only 15 minutes from Tanjungpandan, or 10 minute drive from H AS Hanandjoeddin Airport to reach the place. This lake is not a volcanic lake like Kawah Putih Ciwidey. This lake is created from Kaolin mining activity that has been abandoned and the nature perfects its beauty.
 
This lake is of course different from volcanic lake that has heavy sulphur smell. This Kaolin lake does not produce the bad odor of sulphur. That way, visitors can stand staying longer here. A little information about Kaolin, this mineral is used as material for various industries like cosmetic, paper, food, tooth paste and it is favored because it is soft, white, strong, and has low electrical and heat conductivities.
 
In here the view is very scenic. There are dunes like white hills. The area drowned with water looks like the curves of an animal passing. When the water is dried, the area would be as white as sugar.
 
In the middle of the lake is a land that looks like the connector of the corners of the lakes. The water is safe as it is not hot. There are various activities by the locals here conducted using the water and the children bathe in the lake.
 
This makes visitors not only enjoy the view, but also play or even swim to enjoy the water of the lake, which is dangerous for those who do not swim well. The locals said that the water of this lake makes the skin smoother and softer. For your information, the structure of the soil around the lake is not stable that can endanger visitors if they are not careful. Therefore, the fences installed there are expected to warn the visitors so that they do not stand close by the fences. There is announcement there forbidding visitors to swim because the lake is quite deep and dangerous for those who do not swim.
 
For photography lovers, this place is a great place to make great pictures. The combination of turquoise water of the lake and the white walls create amazing color combination. This place has been the set for pre-wed pictures and youngsters love to upload “instagramable’ photos of this place.
 
There are no public facilities her as no body manage this area. For accommodation, visitors can stay in Tanjungpandan. There are several food stalls around the lake. To reach the lake, visitors can rent car or motorcycle as public transportation is yet available here. When visiting, try to come in the morning or late afternoon since there are not many trees growing here that makes the temperature is quite hot in the daytime. Do not forget to bring sunglasses when visiting this place because the sunlight on the white kaolin surface is very glaring.

Penulis: Jenny Rizal
Translator: Rusni
Editor: RB
Photo: Rusni

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Belitung

Destinasi Terkait

Nature, Kabupaten Belitung
Nature, Kabupaten Belitung
Nature, Kabupaten Belitung, Special Interest
Nature, Beach/Marine, Culture and Arts, Kabupaten Belitung
Bangka Belitung, Nature, Culinary, Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur