Disbudpar Babel Gelar Sosialisasi Driver Manners Untuk Pertama Kalinya

Pangkalpinang – Dalam rangka memantapkan sumber daya pariwisata dalam hal ini supir, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Kepariwisataan Bidang SDM (Driver Manners), di Ren’z Hotel, Pangkalpinang, Rabu (9/5/2018).

Kepala Disbudpar Babel, Rivai menyambut positif kegiatan yang baru pertama kalinya diselenggarakan.

“Ini sosialisasi dan pelatihan untuk para supir yang pertama kali kita adakan. Mudah-mudahan, ini menjadi titik permulaan kita untuk semakin memantapkan sumber daya pariwisata kita, khususnya supir agar mereka dapat menjadi tenaga pariwisata yang profesional,” kata Rivai saat memberikan sambutan.

Rivai mengatakan melalui sosialisasi dan pelatihan ini, para supir pariwisata di Bangka Belitung dapat memberikan pelayanan prima kepada wisatawan.

“Berbicara tentang pariwisata, semuanya berhubung pada pelayanan. Pelayan yang diberikan kepada wisatawan adalah pelayanan yang prima. Karena pelayanan adalah kunci dari kepuasan wisatawan yang datang ke Bangka Belitung,” ucapnya.

Senada hal tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kelembagaan Pariwisata, Widyastuti mengatakan pelayanan hal yang sangat penting dalam dunia pariwisata. satu hal kecil saja mengecewakan, akan jadi besar urusannya,” kata Widya.

Widya berharap kedepan akan diadakan lagi pelatihan sumber daya pariwisata untuk tenaga supir.

“Kita berharap kegiatan ini tidak hanya sekali ini saja. Karena supir pariwisata juga punya peran penting dalam membawa tamu atau wisatawan,” jelasnya.

Sementara Kemal Akbar, yakni Kepala Sub Bidang Sertifikasi Kompetensi, Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Antar Lembaga, Kementerian Pariwisata RI mengatakan bahwa tenaga supir juga harus disertifikasi.

“Supir pariwisata juga harus disertifikasi. Pelatihan ini sebagai titik awalnya saja. Kedepannya mudah-mudahan aka nada sertifikasi untuk supir,” kata Kemal

Menurut Kemal, sertifikasi supir sama pentingnya dengan sertifikasi profesi pariwisata lainnya, terutama dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Adanya sertikasi bahwa tenaga tersebut dikatakan layak dan profesional, karena proses sertifikasi harus melalui beberapa tahapan. Disamping itu, sertifikat yang diperoleh juga menjadi bekal yang sangat penting bagi para tenaga kerja untuk bersaing di era MEA. Jangan sampai tenaga kerja Indonesia hanya jadi penonton,” jelasnya.

Kegiatan diikuti sekitar 250 tenaga supir yang bekerja di instansi pemerintah, swasta, asosiasi pariwisata, dan supir online.

 

Penulis                   : Ernawati Arif (Prahum Disbudpar Babel)

Foto                        : Ernawati Arif