Dukung Ibu Bekerja, Disbudpar Babel Sedia Ruang Menyusui

Pangkalpinang – Salah satu kekhawatiran ibu rumah tangga yang bekerja kantoran, ketika memiliki bayi tapi kesulitan untuk memberikan ASI eksklusif. Padahal hal itu merupakan salah satu Hak Asasi Manusia (HAM) bagi wanita dan anak-anak yang harus dipenuhi.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel), Rivai menanggapi Aksi HAM Pemerintah Provinsi Tahun 2019, khususnya yang dilaksanakan oleh Disbudpar Babel.

Rivai menjelaskan Disbudpar Babel menyediakan Ruang Menyusui sederhana bagi para pegawai wanita yang dalam masa menyusui.

“Salah satu Aksi HAM yang kita laksanakan, dengan menyediakan Ruang Menyusui. Kita sediakan secara sederhana, yang memenuhi kebutuhan dasar ibu menyusui,” jelasnya melalui sambungan telepon, Kamis (28/3/2019).

Pelaksanaan Aksi HAM tersebut didasarkan pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 180/1319/SJ tanggal 13 Februari 2019 tentang Pelaksanaan dan Pelaporan Aksi Hak Asasi Manusia Pemerintah Provinsi Tahun 2019, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) menyediakan sebuah Ruang Menyusui.

Dimana penyediaan Ruang menyusui terdapat pada poin d, yakni Penyediaan Ruang Menyusui yang memadai bagi perempuan bekerja di perkantoran milik pemerintah daerah dan swasta dalam rangka implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif (Pasal 30, Pasal 3i, dan Pasal 32).

Senada dengan pernyataan yang diberikan Rivai, Sekretaris Disbudpar Babel, Engkus Kuswenda juga mengatakan, bahwa penyediaan Ruang Menyusui juga berdampak positif bagi para pegawai wanita.

“Dengan adanya Ruang Menyusui ini, para pegawai wanita dalam masa menyusui tidak perlu khawatir tidak dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Jadi dengan kata lain, ibu senang karena kewajibannya dapat ditunaikan, bayi pun sehat. Kewajibannya sebagai ASN pun dapat berjalan lancar,” kata Engkus yang temui di ruang kerjanya.

Menurut Engkus, upaya ini juga berdampak bagi kesehatan generasi muda Indonesia, dalam hal ini di Bangka Belitung.

“ASI merupakan kebutuhan pokok bagi bayi, yang memang memberikan banyak sekali manfaat bagi kesehatan bayi atau anak. Misalnya untuk membangun daya tahan tubuh. Itu sangat penting dalam masa tumbuh kembang bayi dan anak. Berarti kita juga mendukung agar generasi Indonesia dapat tumbuh dengan baik,” tambahnya.

 

Penulis  : Ernawati Arif

Foto        : Rafiq Elzan