Empek-Empek Ubi

 
Bahasa Indonesia/ English
 
Empek-Empek Ubi tergolong kuliner jenis pempek di Pulau Bangka, bahan pembuatannya terdiri dari ketela/singkong dan daging ikan sebagai bahan dasar. Makanan ini adalah contoh produk inovasi masyarakat tradisional dengan mengkreasikan keterbatasan bahan yang ada tetapi dapat menikmatinya seperti makanan aslinya . Terbuat dari ikan laut berjenis ukuran kecil, dibutuhkan kesabaran untuk memperoleh daging yang dikandungnya .  Menggunakan bahan pendamping yang mudah didapat disekitarnya merupakan ciri khas masyarakat tradisonal di Pulau Bangka terutama bagi ibu rumah tangga dalam menyiapkan makanan ringan untuk keluarganya.
 
Selain bahan yang mudah didapat, penambahan singkong dapat mengurangi penggunaan tepung tapioka/kanji. Keuntungan penggunaan singkong juga menghasilkan pempek dengan tekstur padat dan cita rasa yang lembut, tidak terlalu kenyal seperti pempek yang menggunakan tepung tapioka/kanji. Pemilihan kualitas singkong sangat mempengaruhi pempek yang dihasilkan. Empek-Empek Ubi dengan kualitas singkong yang baik akan tetap terasa lembut walaupun pempek dalam keadaan dingin, sedangkan kualitas singkong yang kurang baik akan menyebabkan pempek menjadi keras apabila sudah dingin.  
 
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Empek-Empek Ubi antara lain daging ikan yang telah dihaluskan dengan bumbu garam dan penyedap rasa, ditambahkan singkong yang sudah direbus/kukus terlebih dahulu dan dihaluskan, terakhir untuk mengkaliskan adonan agar dapat dibentuk pulungan bulat memanjang ditambahkan tepung tapioka/kanji. Pempek yang sudah dibentuk tersebut kemudian dimasak dengan cara direbus di dalam air mendidih ataupun dikukus sampai matang. Empek-empek Ubi disajikan dengan cara digoreng dan dimakan dengan pasangan cocolan kuah atau cuka yang berasa asam manis dan pedas. Cuka atau kuah pempek terbuat dari cabe, bawang putih, gula merah dan asam jawa.
 
Oleh karena terbuat dari singkong utuh yang belum diolah menjadi tepung, maka mengkonsumsi pempek jenis ini terasa mengenyangkan dan menyehatkan karena singkong mengandung lebih banyak serat dibandingkan nasi putih, sehingga kita dapat merasa kenyang lebih lama. Dengan demikan kita dapat mengkonsumsi Empek-empek Ubi sebagai pengganti nasi.
 
Empek-Empek Ubi is a culinary from Bangka Island made of cassava and fish. This food is the example of innovation product of rural people. Bangkanese, especially housewives commonly use easily found ingredients when they prepare snacks for their family. Empek-Empek Ubi is made of on-hand ingredients but tastes like original empek-empek. Since it uses small fish, it requires patience to scrape the fish.
 
We can add cassava to reduce tapioca starch usage. It will produce solid and soft texture, not too chewy. A good quality of cassava will influence the taste. It makes Empek-Empek Ubi not tough although it is served without heated.
 
The ingredients of Empek-Empek Ubi are grinded fish mixed with salt, seasoning, grinded cassava (boiled/steamed first), and tapioca starch to make the dough does not stick to the bowl and can be shaped into the long round. Then Empek-Empek is boiled or steamed until cooked. People can enjoy Empek-Empek Ubi by frying it and dipping it to the sweet, sour, and spicy sauce. The sauce is made of chili, garlic, brown sugar and tamarind.
 
Empek-Empek Ubi can substitute rice, since it is made of raw cassava. It contains more fiber better than rice, so consuming it will make us healthy and our stomach will be filled up longer.
Naskah: Wiji Wijayanti
English Translator: Rita Evianti
Editors: Yuliarsih (Bahasa Indonesia)/ Rosy Handayani (English)
Photo: Rusni

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary