Festival Kota Kapur Perkenalkan Sejarah Peradaban Bangka Belitung

Yan Megawandi, Sekda Babel melakukan peletakkan batu pertama pembangunan Taman Prasasti Kota Kapur pada perayaan Festival Kota Kapur, di Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Sabtu (6/5).

 

www.visitbangkabelitung.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Kapur yang ke – 1331 tahun, Ikatan Pemuda Prasasti KotaKapur (IP2K) menyelenggarakan kegiatan Festival Kota Kapur, di Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Sabtu (6/5).

Yan Megawandi, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang hadir mewakili Gubernur untuk membuka acara menyampaikan apresiasinya kepada sejumlah pihak yang telah berupaya dan memberikan dukungan dalam penelitian Kawasan Situs Kota Kapur tersebut hingga tercetusnya Festival Kota Kapur saat ini.

“Festival Kota Kapur ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Kapur yang ke – 1331 sekaligus untuk memperkenalkan Kawasan Situs Kota Kapur kepada masyarakat. Terima kasih kepada jajaran pemuda Kota Kapur, Yayasan Tanah Pusaka, PT TMAH, para tim peneliti, dan pihak terkait lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu, karena telah membantu mewujudkan cita-cita sejak lama,” kata Yan.

Kegiatan hari ini, lanjut Yan, adalah menelusuri sejarah peradaban terdahulu atau napak tilas. Yan sangat mengapresiasi semangat para pemuda Kota Kapur untuk merealisasikan Festival Kota Kapur ini. Untuk membangkitkan semangat mereka dibutuhkan adanya kondisi yang memungkinkan.

Yan juga menegaskan agar tahun depan kegiatan ini dapat diberikan dukungan. Selain agar dapat mendatangkan undangan dari luar Pulau Bangka, juga supaya dapat membuat festival ini menjadi lebih besar. Disamping itu, Yan juga berharap bahwa Kawasan Situs Kota Kapur ini dapat menjadi destinasi wisata khususnya sejarah.

Pernyataan senada juga disampaikan Muhammad Ramli, Kepala BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) Jambi mengatakan bahwa Kawasan Situs Kota Kapur sudah menjadi warisan budaya. Situs ini perlu dikembangkan sebagai aset dan alat untuk kesejahteraan masyarakat. Zonasi akan segera dilakukan oleh BPCB dan peruntukkannya harus segera direalisasikan.

Usai pembukaan acara, Ninny Susanti Tedjowasono, Ketua Departemen Arkeologi Universitas Indonesia menyampaikan orasi ilmiah Temuan Prasasti Kota Kapur II. Dilanjutkan dengan Peletetakkan Batu Pertama Pembangunan Taman Prasasti Kota Kapur oleh Yan Megawandi, dan diikuti yang lainnya.

Festival yang baru pertama kali dilaksanakan ini bermaksud ingin memperkenalkan Kawasan Situs Kota Kapur yang merupakan satu-satunya tempat di Pulau Bangka ditemukannya bukti tertulis yang menunjukkan sejak kapan Pulau Bangka mulai dihuni. Prasasti tersebut adalah Prasasti Kota Kapur yang ditemukan di Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, bertanggal 28 April 686 Masehi.

Selain merupakan salah satu dari lima buah prasasti kutukan yang dibuat oleh Dapunta Hiyan, yakni seorang penguasa dari Kedatuan Sriwijaya, Prasasti Kota Kapur ini juga merupakan prasasti Sriwijaya yang pertama kali ditemukan, tepatnya jauh sebelum Prasasti Kedukan Bukit ditemukan pada 29 November 1920.

Beberapan tinggalan budaya dari masa itu lainnya, diantaranya pecahan tembikar, arca Wisnu, runtuhan bangunan suci, dan benteng tanah. Dari data arkeologis yang telah dianalisa menginformasikan bahwa Kota Kapur telah dihuni sekurang-kurangnya sejak V-VI Masehi.

 

Penulis.           : Ernawati Arif

Updater.          : Bambang Oktaria Hartono

Dokumentasi : Rafiq Elzan

Sumber: 
Disbudpar Prov. Kep. Babel