Gala Dinner Rakornas PPPA, Rivai Pastikan Performa Prima

 

Pangkalpinang – Jamuan makan malam atau yang dikenal dengan gala dinner merupakan salah satu cara mengapresiasi tamu. Untuk itu penting memastikan semua tata letak, tampilan, dan sajian agar menciptakan suatu performa yang prima.

Demikian dikatakan Rivai, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) terkait persiapan acara Gala Dinner Rakornas PPPA dalam amanat apel pagi di Kantor Disbudpar Babel, Kamis (1/3/2018).

Hari ini, Rivai beserta jajaran akan melakukan persiapan termasuk gladi resik di tempat gala dinner, yakni Restoran Gale-Gale yang berada di Pangkalan Baru, Bangka Tengah.

Menurut Engkus Kuswenda, Sekretaris Disbudpar Babel bahwa acara jamuan makan malam adalah kesempatan memperkenalkan dan mempromosikan makanan khas Bangka Belitung kepada para tamu.

Gala dinner ini bukan sekedar acara makan-makan saja. Terpenting dari itu adalah dimana kita dapat memperkenalkan dan mempromosikan makanan khas Bangka Belitung kepada para peserta Rakornas PPPA ini lewat sajian,” kata Engkus.

Acara gala dinner dijadwalkan pada Kamis malam pukul 19.00 WIB. Ballroom yang akan digunakan memiliki kapasitas lebih dari 600 orang. Di dalam ballroom telah disiapkan 8 meja vip, 600 kursi, dan 800 kursi di bagian luar ballroom.

Selain sajian khas, hal lain yang tak kalah penting dalam sebuah jamuan makan malam adalah penampilan atau penampilan panggung. Siang hingga sore hari sejumlah pihak yang akan tampil melakukan gladi resik, seperti Tim Paduan Suara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sanggar Astari, kelompok musik Cak Macak, dan yang lainnya.

Dalam persiapan ini, beberapa pihak terkait juga turut berkoordinasi dan ditinjau langsung oleh Sekretaris Daerah Babel, Yan Megawandi. Yan meminta agar penampilan yang disuguhkan tidak terlalu panjang agar tidak membosankan.

“Durasi setiap penampilan jangan terlalu panjang. Jangan sampai, tamu nguap sampai enam kali pun penampilannya belum selesai juga. Mereka akan merasa bosan,” tutur Yan.

Gladi resik penampilan panggung, langsung di hadapan Yan. Selain itu, ia juga memastikan hal-hal pendukung lainnya sudah di-setting dengan tepat, seperti video-video yang akan ditampilkan oleh operator.

“Sebagai tuan rumah, sudah seharusnya kita membuat tamu merasa nyaman. Dari hal yang paling kecil hingga paling besar, harus sama-sama diperhatikan, termasuk pemutaran video. Harus di-set dengan benar. Jangan sampai masih terjadi juga kesalahan yang kelihatannya kecil, namun merusak suasana,” tutur Yan.

Penulis                   : Ernawati Arif (Prahum Disbudpar Babel

Foto                        : Ernawati Arif