Gita Bahana Nusantara Babel 2017 Dari Kecerdasan Estetika Hingga Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme

Foto bersama peserta Audisi Gita Bahana Nusantara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2017 usai acara pembukaan.

Pangkalpinang – 56 siswa-siswi dari 7 kabupaten/kota Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berlaga di bidang tarik suara dalam kegiatan Audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) pada tanggal 8 hingga 10 Mei 2017, di Hotel Grand Mutiara, Pangkalpinang.

Rivai, Kepala Disbudpar Babel mengatakan bahwa hidup akan menjadi indah kalau dilengkapi dengan seni. Mereka yang dapat hadir di sini mewakili kabupaten/kota diibaratkan merupakan insan yang memiliki kelebihan dalam kecerdasan estetika.

“Anak-anakku, sudah sepantasnya bersyukur, bahwa kalian telah dipilih untuk mewakili kabupaten atau kota untuk mengikuti audisi ini. Karakter kecerdasan setiap manusia berbeda, ada yang unggul di bidang akademis, olahraga, dan juga seni, seperti halnya anak-anakku sekalian yang memiliki kecerdasan estetika dan menjadi duta untuk mengikuti Audisi Gita Bahana Nusantara ini,” kata Rivai saat membuka acara.

Menang atau kalah jangan dijadikan perkara yang mengganjal dalam perjalanan hidup. Namun begitu, tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik dalan audisi ini. Karena peserta yang lolos dalam Gita Bahana Nusantara Provinsi Babel ini akan membawa dan mewakili Bangka Belitung bersama peserta dari 33 provinsi lainnya untuk menjadi bagian dalam Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara yang nantinya akan tampil pada peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, tambah Rivai.

Emilia Indriastuti selaku juri dari pusat saat membacakan sambutan Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengatakan bahwa Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara bertujuan untuk meningkatkan generasi muda Indonesia terhadap nilai-nilai proklamasi kemerdekaan.

“Dalam mengikuti Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara, diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme sekaligus memberikan wawasan kebangsaan sehingga dapat memperkuat jati diri bangsa. Nilai-nilai yang mereka dapatkan selama mengikuti proses pembinaan dan latihan diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk aktualisasi dalam bermasyarakat, sehingga dapat menjadi tauladan bagi generasi muda lainnya di daerah masing-masing,” lanjut Emiliana.

Selain dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-72 tahun, kegiatan yang telah dibentuk sejak tahun 2003 ini juga merupakan upaya pembangunan karakter bangsa melalui pengembangan seni musik dan seni suara, serta juga menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas generasi muda di bidang musik terkait dengan lagu-lagu nasional dan lagu-lagu khas daerah.

Yuyun Triwidowati, Kepala Seksi Sejarah dan Tradisi selaku Ketua Panitia secara singkat menyampaikan bahwa kegiatan pokok audisi adalah seleksi menyanyikan salah satu lagu yang sudah ditetapkan, membaca notasi musik secara langsung (prima vista), menyanyikan tangga naik dan turun.

Usai acara pembukaan, Emiliana mengajak seluruh peserta untuk melakukan senam diafragma sebelum melakukan pengambilan nada dasar dengan lagu nasional pilihan peserta yang diiringi oleh musik (organ.red) yang dimainkan oleh Rusli.

Setiap kabupaten/kota mengutus 8 orang peserta yang sebelumnya telah diaudisi oleh SKPD terkait. Tim juri terdiri dari 3 orang, yakni 2 juri dari daerah (Nur Sagita dan Andi Khaerudin), dan 1 juri dari pusat (Emilia Indriastuti). Pemenang yang lolos ke pusat akan diumumkan usai audisi. Hadiah berupa tropi dan uang pembinaan akan diserahkan pada saat penutupan.

Penulis           : Ernawati Arif

Updater          : Bambang Oktaria Hartono

Dokumentasi : Rafiq Elzan

Sumber: 
Disbudpar Prov. Kep. Babel