Goa Maria

Bahasa Indonesia/ English
 
Di Pulau Bangka, terdapat beberapa Goa Maria yang menjadi destinasi wisata religi bagi para peziarah dan wisatawan beragama Katolik. Salah satunya adalah Goa Maria yang terletak di Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Goa ini berada di pusat kota Belinyu, tepatnya di belakang sebuah gereja Katolik di Jalan Mayor Syafrie Rahman, Kelurahan Kuto Panji.
 
 
Goa ini dibangun di atas bukit yang bernama Bukit Mo Thian Liang yang berarti Bukit Menggapai Langit. Pembangunan goa ini berawal dari mimpi Pastur Marcel Arnould MEP. Dalam mimpinya yang berulang sebanyak 3 kali berturut – turut, Pastur Marcel ditunjukkan sebuah tempat untuk meletakkan patung Bunda Maria yang ditandai oleh 3 batu. Tanah yang ditunjukkan dalam mimpi Pastur Marcel tersebut kemudian dihibahkan oleh keluarga yang memiliki lahan tersebut untuk kemudian dibangun sebagai Goa Maria oleh seorang muslim dari Palembang.
 
Goa tersebut kemudian dinamakan “Goa Maria Bunda Pelindung Segala Bangsa”, namun lebih dikenal dengan sebutan “Goa Maria” saja. Goa ini diresmikan sebagai tempat ziarah pada tanggal 8 Desember 1999 oleh Keuskupan Pangkalpinang, bertepatan dengan Pesta Pelindung Paroki Belinyu “Santa Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda”.
 
 
Para peziarah dapat melakukan wisata rohani Jalan Salib di hutan yang telah didesain sedemikian rupa untuk prosesi yang bisa dilaksanakan siang maupun malam. Jalan sepanjang rute ziarah sudah dilengkapi dengan penerangan. Terdapat 15 titik pemberhentian untuk prosesi Jalan Salib tersebut.
 
Goa ini paling ramai dikunjungi pada Bulan Mei dan Oktober,  yang bertepatan dengan Bulan Maria, pada saat itu, kebanyakan pengunjung adalah umat Katolik yang melaksanakan ritual ibadah di sini. Selain pada bulan – bulan tersebut, goa ini juga ramai dikunjungi pada akhir pekan.
 
 
 
Biasanya pengunjung yang datang ke lokasi ini adalah para peziarah dalam rombongan maupun perorangan, baik hanya sekedar untuk melihat – lihat atau pun khusus untuk melakukan ibadah. Kawasan ini biasanya dimasukkan sebagai ini sebagai salah satu destinasi dalam paket-paket perjalanan ke Pulau Bangka karena banyak peminat wisata religi yang berkeinginan untuk mengunjunginya. Goa ini dapat dikunjungi siapa saja, meskipun bukan penganut agama Katolik, karena kawasan ini memiliki pemandangan yang indah dan berhawa sejuk
 
Di area yang terletak sebelum jalan masuk ke Goa Maria, terdapat warung – warung yang khusus berjualan makanan khas Belinyu, seperti otak-otak dan oleh – oleh khas Bangka Belitung lainnya. Warung – warung ini biasanya buka pada pukul 09.00 pagi hingga pukul 22.00 malam. Umumnya para pengunjung yang selesai berziarah akan berbelanja oleh – oleh serta menikmati makanan khas Belinyu di warung – warung ini.

 
In Bangka Island, there are several Caves of Mary that become tourist destination for Catholic pilgrims. One of the caves is The Cave of Mary in Belinyu, Bangka regency. The cave is in the center of the city, exactly behind a Catholic Church in Jalan Mayor Syafrie Rahman, Kuto Panji.
 
The cave was built on a hill called Mo Thian Hill, whose meaning is Sky Reaching Hill. The construction of the cave began when Father Marchel Arnould dreamt about being told to place the Virgin Mary statue on a certain area that was marked with 3 stones. He dreamt the same dream for 3 times. The land indicated in his dream later was donated by a family owning that property. The land then was built as The Cave of Mary by a Moslem from Palembang.
 
The cave then is called “ The Cave of Mary Protector of All Nations”, but it is mostly recognized just as The Cave of Mary. The cave designated as a pilgrimage destination on December 8 1999 by the Diocese of Pangkalpinang. It was also coincide with the Feast of Belinyu Patron Parish :The Virgin Mary of the Immaculate Conception”.
 
Here, pilgrims can conduct spiritual way of the cross in the forest that was designed for the procession that can be carried out in the day or night. The route along the pilgrimage route is equipped with illuminations. There are 15 different check points for the way of the cross procession.
 
The cave is mostly visited in May and October, which coincides with The Month of Mary. At those months, visitors are usually Catholics carry out worship. In other times, the cave is mostly visited on the weekends.
 
Usually, visitors coming to this destination are pilgrims in groups or individual either just to see the Cave or to pray. This area is usually one of the programs in the tour package itinerary in Bangka Island for there are quite many pilgrimage tourists want to visit the cave. This cave is also allowed to be visited by anyone, even though they are not Catholics, as this area has beautiful scenery and nice weather.
 
Near the cave, there are some stalls selling typical food of Belinyu like Otak-Otak and other typical souvenirs from Bangka Belitung. The stalls are open since 09.00 until 22.00. Usually, pilgrims of the cave after completing the pilgrimage go to this place to enjoy the local food in the stalls and buy some souvenirs to bring home.

Penulis: Erry D/ Risnawati
Translator: Yuliarsyah/RB.
Photo: Lili Jogja

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Culture and Arts, Kabupaten Bangka
Culture and Arts, Kabupaten Bangka
Culture and Arts, Kabupaten Bangka
Culture and Arts, Kabupaten Bangka, Heritage