Godo-godo

Godo-godo
 
Godo-godo bukan Gado-gado seperti yang digemari oleh orang Betawi, adalah salah satu olahan masyarakat Bangka yang berbahan dasar Udang Rebon atau biasa disebut oleh masyarakat lokal Udang Calo. Udang jenis ini biasanya diolah menjadi terasi atau dibuat kecalo, namun masyarakat juga memiliki pengetahuan lain dalam mengolah udang yang halus satu ini yakni dengan menjadikannya Godo-godo. Makanan yang sekilas mirip dengan Bakwan Udang ini sering dihidangkan sebagai lauk sehari-hari oleh masyarakat Bangka. Masyarakat Bangka pada dasarnya memang diberkahi  dengan hasil laut dan sungai yang melimpah. Oleh karena itu tidak heran bila kuliner Bangka sebagian besar diwarnai dengan hasil tangkapan laut atau sungai seperti Godo-godo.
 
Udang Calo merupakan sumber daya yang tersedia sepanjang tahun baik di laut maupun disungai-sungai. Setelah waktu subuh, baik laki-laki maupun perempuan secara berkelompok (biasanya terdiri atas tiga sampai lima orang) pergi ke muara suangai atau ke pantai untuk menangkap udang calo. Habitat alami udang calo pada dasarnya memang ada di muara sungai dan selalu bermigrasi ke laut. Oleh karena itu mencari udang calo tidak perlu ke laut dalam. Udang calo biasanya berenang secara berkelompok di permukaan air, saat bermigrasi dari sungai ke laut mereka berjejer panjang melintas ke arah laut.
 
Udang Calo
 
Sementara itu untuk menangkap udang calo yang berukuran sangat kecil, masyarakat biasanya menggunakan alat tangkap tradisional yang disebut Sungkor. Sungkor merupakan alat tangkap khusus udang calo yang terbuat dari kayu, jaring, dan pelampung. Jaring pada Sungkor merupakan jaring yang lubang-lubangnya sangat kecil, kurang lebih empat mili, mengingat ukuran udang calo yang juga sangat kecil. Sungkor dioperasikan dengan cara didorong maju kedepan sambil dipikul selama proses penangkapan udang calo.
 
Udang Calo merupakan sumber protein tinggi, sebagai perbandingan dari 100 gram udang calo segar mengandung protein sekitar 16,2 gram dan kalsium 757 mg. Seluruh bagiannya  dapat dimakan, termasuk kulit dan bagian kepalanya. Hal ini tentunya dikarenakan ukuran udang calo yang sangat kecil sehingga tidak memungkinkan untuk membersihkan kulit dan kepalanya. Meskipun demikian, tidak perlu khawatir untuk menyantapnya karena kulit dan kepala udang calo sangat halus jadi mudah untuk mengunyahnya.
 
Mengolah udang calo menjadi Godo-godo, cukup mencuci bersih udang dengan air mengalir. Setelah bersih, udang calo dicampur dengan bumbu halus yang terdiri dari kunyit, kencur, bawang merah, bawang putih, garam, dan lada. Setelah tercampur rata dengan bumbu, tuang tepung terigu sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi agak mengental lalu tambahkan potongan daun seledri sebagai penambah aromanya. Adonan yang telah dibumbui kemudian dimasukkan ke dalam minyak panas lalu goreng hingga berwarna kuning kecoklatan.
 
Meskipun Godo-godo merupakan makanan khas masyarakat Bangka, namun makanan ini belum banyak tersedia di restauran atau rumah makan setempat. Salah satunya adalah karena nilai udang calo sebagai komposisi utama dalam membuat Godo-godo masih dinilai sebagai makanan kelas rendah meskipun kaya gizi. Pada saat ini, seiring dengan jarangnya orang menangkap udang calo selain untuk keperluan membuat terasi, Godo-godo pun mengalami modifikasi. Bahan utama membuat Godo-godo tidak lagi dari udang calo, akan tetapi menggunakan udang biasa yang ukurannya lebih besar, atau bila musim ikan bilis/teri, masyarakat juga membuat Godo-godo menggunakan bahan dasar ikan kecil ini.
 
Bila ingin mencoba kuliner khas Pulau Bangka ini, dapat langsung membuatnya dengan membeli bahan dasar (udang calo) di Pasar Pembangunan Pangkalpinang atau di Pasar Pagi Pangkalpinang. Setiap hari, beberapa pedagang tradisional masih menjual udang jenis ini meskipun tidak banyak.

Penulis: Hera Riastiana
Editor: Yuliarsih
Photo: Rias

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary