Jamur Pelawan

Pelawan (tristaniopsis merguensis griff) adalah nama pohon endemik di kawasan Bangka Belitung. Pohon Pelawan, membawa berkah bagi penduduk Bangka Belitung karena pohon ini (hutannya) menghasilkan produk lokal berupa Kulat dan madu. Kulat adalah dialek lokal di Bangka untuk menyebut jamur. Jamur Pelawan terkenal sebagai Jamur  yang mahal. Harga kulat pelawan kering mencapai Rp 1,5 - 2 Juta rupiah/kilogramnya dan sekitar Rp. 700.000/kilogram kulat basah. Sementara itu madu Pelawan yang rasanya pahit bila dalam botol ukuran 625 ml berharga Rp 200 - 400 ribu  dan madu ini dipercaya  memiliki khasiat untuk kesehatan tubuh dan kecerdasan otak. 

Hutan Pelawan tempat tumbuhnya jamur pelawan dan tempat madu pelawan tumbuh dapat di temukan di beberapa tempat di Bangka Belitung. Di Pulau Bangka, biasanya orang-orang akan berkunjung ke hutan pelawan di Desa Namang Bangka Tengah. Di Pulau Belitung, hutan pelawan dapat ditemukan di kawasan hutan Gunung Tajam.

Berbicara tentang Kulat Pelawan, ada hal yang menarik, selain pertanyaan mengapa harganya yang begitu mahal, yaitu adalah 'keanehan' prasyarat untuk tumbuh. Menurut penduduk local, Kulat ini tidak saja membutuhkan inang Pohon Pelawan, tetapi juga membutuhkan prasyarat khusus untuk tumbuh,  yaitu harus ada guntur dan petir besar di antara hujan deras! Tentu hal  ini menimbulkan pertanyaan apa benar prasayarat ini yang diperlukan. Karena itulah, banyak akademisi baik dari dalam maupun luar negeri yang datang untuk melakukan penelitian terhadap kulat ini.

Kulat Pelawan berwarna merah jambu dan tumbuh diantara sela-sela pohon Pelawan. Biasanya, jamur ini dapat dipanen sekitar bulan Maret, Juni atau September. Meskipun demikian, kondisi ini juga tergantung apakah itu adalah musim hujan dengan guntur dan petir. Saat ini, musim-musim tersebut sering tidak menentu. Kulat pelawan menjadi semakin berharga karena hutan Pelawan sebagai tempat tumbuhnya juga semakin sedikit luasannya.

Kulat Pelawan ini begitu populer di masyarakat Bangka Belitung karena rasanya yang lezat. Lempah Kulat Pelawan adalah salah satu masakan yang populer dan dibanggakan masyarakat Bangka. Salah satu menunya, yaitu lempah kulat pelawan, hanya memerlukan 3 macam bumbu yaitu garam - terasi dan cabe rawit (seperti membuat lempah darat). Rasanya? maknyuss!! Bondan Winarno  dalam liputan di detikFood tentang Kuliner Khas Bangka menyampaikan "Jamur yang satu ini bisa bikin ketagihan. Diselimuti kuah santan yang gurih dengan bumbu yang pedas-pedas enak. Dimakan dengan nasi hangat, makin sedap rasanya!”.


 
Pelawan (Tristaniopsis merguensis griff), an endemic tree of Bangka Belitung, is a blessing for the local people because the forest where it grows produce bitter honey and mushroom – known as kulat by them. Pelawan mushroom is well known for its high price. A kilogram of dried mushroom can get one and a half to two millions rupiahs, while fresh mushroom is around seven hundred thousand rupiahs. It’s not too different for the honey which is valued at two to four hundred thousand rupiahs for every 625 ml. This honey is believed to have special virtue on health and intelligence.
 
Pelawan forest can be found in several places in Bangka Belitung. In Bangka, people usually come to visit it in Namang village, Bangka Tengah regency, while in Belitung it can be found in Mount Tajam area.
 
Talking about the specialty of the mushroom, it’s not only about its high price but also particular condition for it to grow. According to the locals, besides needing a host of Pelawan tree to grow, it also needs special requirement that is heavy rains with lightning and big thunders. It arises a big question in our mind, is the story really true? Therefore, many scientists either national or international came to conduct researches on the mushroom.
 
This pink mushroom growing around Pelawan trees is usually harvested around March, June, or September. However, this condition is depends on rainy season – which is often unpredictable – thunder, and lightning. It becomes more valuable because the area of Pelawan forest is lessened nowadays.

Owing to its delicious taste, Pelawan Mushroom is popular among the people. Lempah Kulat Pelawan – Pelawan mushroom soup – is one of the popular dishes that proud the community. This dish only needs salt, shrimp paste, and red pepper to make, just like cooking lempah darat – another traditional dish. The taste? Yummy! “This mushroom is addictive. Cooked with coconut milk and red pepper, it is deliciously savory and spicy. Especially when it is accompanied by hot rice, it’s unspeakable!” said Bondan Winarno, an Indonesian celebrity chef as quoted in detikFood. 

Naskah: Yuyun TW
Translator: SAS
Editor: RB
Foto: Yuyun TW

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Nature, Special Interest
Bangka Belitung, Nature, Culinary, Special Interest
Bangka Belitung, Nature, Culinary, Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur