Kampung Bali

Bahasa Indonesia/English
 
Bangka Belitung merupakan daerah yang penduduknya sangat heterogen. Heterogenitas ini selain karena sejarah migrasi akibat kolonialisasi serta posisinya yang terletak di alur laut kepulauan Indonesia (ALKI), Bangka Belitung juga menjadi salah satu destinasi program transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah. Di Bangka Belitung selain ditemukan perkampungan Madura atau perkampungan Bugis, juga terdapat Kampung Bali yang didiami oleh masyarakat transmigran dari pulau Bali. Salah satu perkampungan Bali yang menjadi istimewa adalah kampong Bali di Kabupaten Belitung.
 
Kampung Bali atau Dusun Balitung, terletak di Desa Pelepak Putih, Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, sekitar 30 kilometer dari Kota Tanjung Pandan. Kampung ini berdiri sejak tahun 1990. Terdapat sekitar 130 kepala keluarga yang tinggal di kampong ini.
 
Sebagaimana di tempat asalnya, penduduk Kampung Bali menata perkampungannya seperti kampong mereka dahulu di Pulau Bali. Terdapat pura-pura kecil di sudut-sudut rumah penduduk, serta gapura-gapura khas Bali di kampong ini.  Tradisi asli mereka juga tetap dipertahankan. Kampong ini akan meriah dengan hiasan penjor yang akan dipasang disepanjang jalan ketika merayakan hari raya Hindu. Terdapat pula sebuah pura besar atau pure Puseh yang menjadi pusat peribadatan penduduk Kampung Bali. Kampong ini menjadi ramai ketika mereka merayakan upacara-upacara seperti Galungan, Kuningan, Saraswati, Melasti dan sebagainya.
 
 
Karena penduduk tetap mempertahankan tradisinya, kampong ini memberi nuansa seolah-olah orang sedang berada di Pulau bali. Karena itu, mengunjungi kampong ini selagi berada di Belitung menjadi aktivitas wisata yang layak dilakukan. Apalagi kampong ini letaknya tidak jauh dari pantai-pantai indah di Kabupaten Belitung seperti Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi, serta destinasi heritage lainnya seperti Masjid Al-Ikhlas dan Kelenteng Sijuk.
 

 
Bangka Belitung is a heterogeneous province. It’s not only due to migration in colonialism era and its position at Archipelagic Sea Lane or Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), but also because Bangka Belitung is a transmigration destination – a central government program to control population by migrating those living in dense to sparse population areas. Besides Kampung or village of Madurese and Bugis, there is also Kampung Bali inhabited by people as referred by its name. One of the special Kampung Bali is in Belitung regency. 
 
Kampung Bali or Balitung sub-village is located in Pelepak Putih village, Sijuk Distrik, about thirty kilometers from Tanjung Pandan, the center of Belitung regency. Established in 1990, there are around 130 families living in it.
 
They built their kampong as their previous home environment in Bali with a typical Balinese entrance and Merajan or family temple in the corner of their house. They also maintain their tradition. During religious occasions like Galungan, Kuningan, Saraswati, Melasti and others their kampong will be enliven by penjor – eight-meter-high bamboo poles festooned with bamboo decorations put over roadways or pathways. The center of those religious celebrations is a grand temple or pura Puseh.
 
Owing to its tradition, this kampong is really similar to the village in Bali. It gives an impression as if we are in Bali. That is why visiting this kampung is worth to do when traveling in Belitung. Moreover, this place is not far from beautiful beaches such as Tanjung Kelayang, Tanjung Tinggi, and heritage destinations like Al-Ikhlas Mosque, and Sijuk Chinese Temple.

Naskah: RB/Tiar
Translator: S.A. Sobri

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Culture and Arts, Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur
Culture and Arts, Kabupaten Belitung
Nature, Beach/Marine, Culture and Arts, Kabupaten Belitung
Nature, Beach/Marine, Culture and Arts, Culinary, Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur
Nature, Culture and Arts, Culinary, Kabupaten Belitung