Kampung Tengah Belinyu

Kelenteng Fuk Tet Che
 
Belinyu, sebuah kecamatan di Kabupaten Bangka dengan luas sekitar 546,50 km2, terletak di bagian utara Pulau Bangka. Sebagian  besar wilayahnya berbatasan dengan perairan laut Natuna dan Teluk Kelabat. Belinyu menjadi brand tersendiri bagi makanan laut dari Bangka.
 
Makanan khasnya yang terkenal enak dan sering dijadikan buah tangan atau oleh-oleh wisatawan adalah makanan ringan yang berbahan baku serba ikan seperti Kempelang Panggang, Kerupuk Getas (Kletek/Kretek), Kempelang Cumi, Kempelang Udang, Empek-empek, otak-otak, kricu, temilok, rusip, kecalok dan sebagainya.
 
Jalan Kelenteng atau biasa disebut Kampung Kelenteng, atau juga Kampung Tengah, merupakan kawasan tempat dijualnya kerupuk dan oleh-oleh khas Belinyu. Tidak hanya  berbelanja oleh-oleh saja yang ditawarkan di tempat ini, namun wisatawan juga dapat melihat aktivitas pembuatannya. Yang unik dari kawasan ini adalah percampuran kehidupan bertetangga yang terjalin baik antara masyarakat pribumi setempat dengan masyarakat Tionghoa yang dulunya didatangkan oleh penjajah Belanda ke pulau ini sebagai pekerja tambang.
 
Selain hal itu, di Kampung Tengah ini terdapat kelenteng tua besar dan mesjid yang merupakan salah satu mesjid tertua di kota ini.  Bangunan rumah-rumah di kampung ini yang didiami oleh pribumi melayu dan etnis keturunan Tionghoa memiliki kemiripan arsitektur, yaitu berbentuk rumah panggung bersusun papan secara vertikal serta ornamennya berukir khas Melayu dan Cina.
 
Nama Kampung Tengah, seperti kebanyakan perkampungan Melayu, awalnya untuk mengidentifikasi daerah yang memiliki mesjid besar sebagai  “pusat kampung” atau “kampung utama”. Oleh orang Melayu, pusat kampung ini disebut “ Kampung Tengah”, sehingga melekatlah nama itu hingga saat ini. Masyarakat Belinyu juga sering menyebutnya Kampung Kelenteng, karena identik dengan keberadaan kelenteng tua berusia ratusan tahun yang sudah menjadi ikon bagi masyarakatnya.
 
Tidak adanya perbedaan antara warga Melayu pribumi dengan Tionghoa inilah yang merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Belinyu. Semua mendapat tempat dan hak yang sama, sehingga  sebutan  sebuah kampung pun menggunakan ikon budaya keduanya.
 
Berkunjung ke Kampung Tengah sangatlah mudah karena letaknya tidak jauh dari pusat kota Belinyu. Jika memasuki wilayah pusat kota Belinyu dan melewati Jalan Gadjah Mada, melewati jalur kiri, akan dijumpai beberapa rumah kayu besar yang khas. Menyusuri Kampung Tengah dapat dimulai dari Mesjid Jami’ yaitu mesjid besar yang sering digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan keagamaan. Setelah itu dapat singgah di warung- warung tradisional untuk menikmati makanan khas Belinyu, dilanjutkan melihat Kelenteng Fuk Tet Che yang masih digunakan sebagai tempat ibadah.  Selanjutnya dapat menuju pertokoan pusat oleh-oleh khas lokal dan khas Bangka lainnya sambil membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang.
 

Penulis : Risnawati
Editor: Yuliarsih
Photo: Yuyun Tri Widowati

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Kabupaten Bangka, Heritage
Kabupaten Bangka, Heritage
Kabupaten Bangka, Heritage
Kabupaten Bangka, Heritage
Kabupaten Bangka, Heritage