Kecalok

Bahasa Indonesia/ English
 
Bangka Belitung merupakan wilayah kepulauan yang makanannya didominasi boga bahari. Kreatifitas dalam mengolah hasil laut telah menciptakan berbagai macam kuliner yang terbilang cukup ekstrim bagi masyarakat luar. Namun tak ada salahnya jika mengajak wisatawan untuk mencicipi kuliner – kuliner ekstrim tersebut, seperti misalnya Calok (Kecalok).
 
Calok (Kecalok) adalah hidangan pendamping yang dibuat dari fermentasi udang serum atau udang rebon yang juga merupakan bahan utama pembuatan terasi. Udang jenis ini sangat kecil dan hanya terdapat pada musim musim tertentu. Jika sedang musimnya, masyarakat berbondong – bondong ke laut untuk mencari udang tersebut, sehingga hasilnya pun menjadi berlimpah ruah dan tidak akan habis dimakan dalam satu hari. Akibatnya, masyarakat pun mulai berkreasi untuk mengawetkan makanan tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu kuliner khas Bangka. saus atau sambal untuk lalapan ataupun untuk cocolan ikan panggang.
 
Orang Bangka biasanya membuat Calok atau Kecalok sebagai sambal atau saus untuk lalapan atau ikan panggang/ bakar. Sambal Kecalok biasanya dihidangkan mentah. Namun, bagi yang merasa kuliner ini terlalu ekstrim jika dimakan mentah, Sambal kecalok dapat dihidangkan dalam bentuk masak. Kuliner ini biasanya dibuat oleh masyarakat nelayan Pulau Bangka, terutama di daerah Belinyu, Kampung Belo di Muntok (Bangka Barat) dan Toboali. Namun, biasanya toko souvenir di Bangka Belitung juga menjual kuliner ini dalam bentuk kemasan botol.
 
 
Cara membuat Sambal Kecalok mentah:
  1. Bawang merah, cabe rawit diiris tipis (jumlah sesuai selera)
  2. Tambahkan jeruk asam (jeruk kunci) atau bisa diganti dengan jeruk asam lainnya.
  3. Campurkan beberapa sendok Kecalok, aduk rata.
  4. Dicocol dengan pucuk ubi rebus, jantung pisang rebus, timun dan lalapan lalapan lain sesuai selera.
  5. Sajikan dengan nasi hangat dan ikan panggang.
Cara memasak Sambal Kecalok :
  1. Iris tipis bawang merah, bawang putih, dan tomat.
  2. Tumis dengan sedikit minyak
  3. Masukkan Udang Kecalok, tidak perlu menambahkan garam lagi, karena rasa udang kecalok sudah asin.
  4. Jika sudah matang, angkat kemudian diulek kasar.
  5. Sajikan dengan nasi hangat dan lalapan.

Bangka Belitung is an archipelagic area whose culinary is dominated by seafood. Creativity in processing marine products has created wide variety of culinary that can be quite extreme to visitors. Nevertheless, there is no harm to try those extreme culinary, for instance, Calok or kecalok.
 
Calok, or Kecalok, is condiment made from fermented Serum Shrimp or Rebon Shrimp which is also the main material to make Belacan or Shrimp Paste. These types of shrimps are tiny and can only be found in certain seasons. When it is the shrimp season, locals will go to the sea to catch the shrimp. As they catch abundant shrimps, they cannot eat the shrimps at once. As the result, the people began to preserve the shrimps by fermenting the shrimps. The fermented shrimps then become one of the local cuisines that usually had as condiment for vegetables or sauce for grilled fish.
 
Kecalok is usually served raw. Nevertheless, for those who feel that this cuisine is too extreme, it can be served as cooked Kecalok. This cuisine is usually made by fisherman communities in Bangka Island like in Belinyu, Kampung Belo in Muntok (West Bangka) and Toboali in South Bangka. In souvenir shops, this cuisine is sold in bottles.
 
When you bring bottled Kecalok as souvenir, below is the information to serve it.
 
Raw Kecalok:
  1. Red onions, red pepper/ cayenne pepper (slice well)
  2. Add the juice of Kalamansi lime or other sour citrus or limes;
  3. Mix onions, Kalamansi lime and Kecalok;
  4. Use the condiments to eat fresh vegetables salad.
 
Cooked Kecalok
  1. Slice red onions, garlic and tomatoes; fry them with little oil;
  2. Add Kecalok to the frying pan; do not add salt as Kecalok is already salty.
  3. When all the ingredients are cooked, remove them and crush them together.
  4. Serve it with hot rice and fresh vegetables salad.  

Penulis: Risnawati
Translator: Yuliarsyah - Rusni

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary