Kulat Kukur

 
Jamur Gerigit merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia karena cuaca yang lembab sangat mendukung untuk pertumbuhan jamur jenis ini. Meskipun jamur ini juga tumbuh dibeberapa wilayah di Indonesia seperti di Kalimantan, Jawa, dan Sumatera, namun jamur ini bukan jenis jamur yang umum dikonsumsi oleh masyarakatnya. Akan tetapi berbeda ceritanya dengan masyarakat di Pulau Bangka yang lebih mengenalnya dengan nama Kulat Kukur. Ada banyak jenis kulat yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat di Pulau Bangka, salah satunya adalah Kulat Kukur ini atau dalam penamaan ilmiahnya dinamakan Shizophylum commune. Masyarakat Melayu Bangka biasa menggunakan penyebutan kulat untuk merujuk pada tanaman jamur.
 
Ketika musim hujan tiba, banyak wanita-wanita dikampung-kampung yang pergi ke kebun karet dengan membawa ember untuk mengumpulkan Kulat Kukur.  Mereka mencari di kulit-kulit kayu yang kering atau yang telah mati. Meskipun jamur ini dapat tumbuh sepanjang tahun, namun di musim hujan pertumbuhannya meningkat seiring dengan meningkatnya kelembaban lingkungan. Jamur ini berukuran kecil yakni sekitar 4-5 cm dengan bentuk seperti kipas dan berwarna putih. Setelah dipanen, Kulat Kukur berwarna kecokelatan dan menjadi abu-abu kehitam-hitaman apabila dikeringkan.
 
Bila sedang musim, jamur ini banyak dijual dipasar-pasar tradisional di Pulau Bangka. Kulat Kukur biasa dikonsumsi oleh masyarakat Pulau Bangka dengan cara menumisnya. Untuk membuat tumisan Kulat Kukur bahan-bahan yang dibutuhkan adalah bawang merah, bawang putih, cabe rawit, terasi, dan garam. Sebelum menumisnya, Kulat Kukur harus dibersihkan dari sisa-sisa kulit kayu yang masih menempel dengan cara mencucinya. Jamur ini memiliki tekstur yang agak kenyal dan aroma kayu yang khas. Penambahan irisan tipis mentimun pada tumisan Kulat Kukur dapat menambah kesegaran pada citarasanya. Kulat kukur termasuk dalam makanan tradisional masyarakat melayu Bangka Belitung, meskipun ketenaran jamur ini belum seperti Kulat Pelawan namun sebagai sumber pangan yang mudah didapat dan bergizi maka Kulat Kukur juga tidak kalah dari jenis jamur lainnya. Bahkan, Kulat Kukur diketahui memiliki manfaat sebagai pencegah kanker dan dapat menambah daya tahan tubuh. Meski demikian, Kulat Kukur belum banyak di budidayakan dan dikembangkan pengolahannya di Pulau Bangka.
Penulis: Hera Riastiana
Editor: Rusni
Photo: Hera Riastiana

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Belitung

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary