Lempah Umbut

Lempah Umbut Kelapa
 
Bahasa Indonesia/ English
 
Lempah Umbut Kelapa & Umbut Nanas
 
Salah satu makanan favorit Orang Bangka adalah masakan Lempah Umbut. Mungkin Anda bertanya-tanya, makanan apa pula Lempah Umbut ini?
 
Umbut adalah kata yang berasal dari bahasa Bangka untuk menyebutkan bagian muda dari bagian kepala pohon/tanaman tempat daun-daun muda tumbuh. Sementara kata Lempah menunjuk ke kata untuk menyebut masakan sayuran berkuah. Tidak semua pohon/tanaman yang bisa diambil umbut-nya untuk masakan,  pohon kelapa (cocosnucifera), bamboo bambuseae) nanas (ananascomosus), rotan (calamusrotang), laos (alpiniagalanga), juga pohon kelapa sawit (elaeis) (setelah banyak ditanam di Bangka) merupakan tanaman yang biasanya dijadikan sumber Umbut.
 
Masakan Umbut oleh orang Bangka dikategorikan sebagai masakan sayuran dimana orang Bangka menyebut masakan sayuran berkuah menjadi lempah. Masakan lempah Umbut Kelapa atau lempah Umbut Nanas menjadi sangat populer di kalangan masyarakat Bangka. Malahan khusus untuk masakan lempah Umbut Kelapa mendapat tempat khusus menjadi sajian ‘wajib’ pada pesta pernikahan, sunatan atau cukuran anak, hingga sedekah menyambut bulan baik, menyambut tamu, dan lain sebagainya.  Sementara lempah Umbut Nanas, lebih dikenal sebagai salah satu menu harian orang Bangka terutama di daerah pedesaan.
 
Masakan Umbut Kelapa termasuk kategori masakan istimewa, bagaimanat idak, karena untuk mendapatkan Umbut yang punya hajatan harus menebang minimal satu pohon kelapa. Ketika menebang satu pohon kelapa, berarti pemiliknya harus menunggu bertahun-tahun kemudian untuk mendapatkan kembali beragam manfaat dari satu pohon kelapa, karena pohon ini merupakan salah satu sumber pangan dan non-pangan tahunan, baik itu untuk diambil buah tua untuk diambil santannya, buah muda untuk minuman segar, daun muda untuk dibuat  janur atau ketupat, daun-daun tua diambil lidinya untuk dibuat sapu lidi, sabut kelapa untuk bahan kayu bakar, dan lain sebagainya.
 
Umbut Kelapa dimasak dengan santan
 
Berbeda dengan Umbut kelapa, Umbut nanas relative mudah diperoleh, karena tanaman nanas merupakan tanaman yang umumnya tumbuh di setiap ladang/kebun orang Bangka, baik tumbuh secara liar atau sengaja ditanam oleh pemiliknya. Hal ini mungkin disebabkan sifat tanaman nanas tahan terhadap cuaca Bangka yang cukup panas, mudah tumbuh, serta tidak perlu perlakuan khusus untuk pemeliharaannya. 
 
Lempah Umbut Kelapa/ umbut kelapa sawit biasanya dimasak menggunakan santan kelapa, dengan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas, kunyit, cabe besar, terasi, garam, gula, kemiri, daun salam, serai, dan ketumbar. Sementara Umbut Nanas dimasak menjadi sayur lempah darat Umbut Nanas dengan bumbu yang lebih sederhana, cukup menggunakan cabe rawit, terasi, gula, dan garam. Agar lebih enak, lempah Umbut kelapa atau lempah Umbut nanas bisa ditambahkan udang atau daging tergantung selera. Lempah Umbut ini ternyata juga memiliki nilai gizi. Berikut komposisi kandungan nutrisi Umbut kelapa, umbut kelapa sawit, dan umbut nenas.
 
Komposisi
UmbutKelapa
UmbutKelapaSawit
UmbutNenas
Kadar Air
88,83%
89,96%
90,64  %
Kadar Abu
0,29 %
1,07 %
1,34 %
Kadar Lemak
0,23 %
0,51 %
0,51 %
Kadar Protein
2,05 %
0,47 %
1,68 %
Karbohidrat
8,60 %
7,99 %
5,83 %
Kadar SeratKasar
0,50 %
1,12 %
0,82 %
Fosfor (P)
68,1682 mg/kg
336,8809 mg/kg
705,1501 mg/kg
Kalsium (Ca)
900,7199 mg/kg
1.146,1245 mg/kg
1.309,7946 mg/kg

 
One of Bangkanese favourite food is lempah umbut. You might wonder, what kind of food is it?
 
Umbut is a local word to refer to edible soft shoots of tree or edible plant stems, while lempah means vegetable in broth. Unfortunately, not all trees have umbut. Bangkanese usually use umbut of coconut, bamboo, pineapple, rattan, galangal, and oil palm – when it is massively planted in Bangka.
 
Umbut dish is considered as vegetable dish known as lempah. Two of the most favourite umbut are coconut and pineapple cabbage. Coconut cabbage lempah even becomes a must-served-dish in a wedding ceremony, circumcision feast, infant haircuts feast, welcoming Ramadan ceremony, and even to welcome guests and others. Meanwhile, pineapple cabbage lempah is commonly served as a daily dish especially for those living in villages. 
 
Considering the ingredients, coconut cabbage lempah is a special dish. To get the coconut cabbage, someone who holds the ceremony has to cut down at least one coconut tree. It means he has to plant a new tree and wait for a long time until he can get benefit from the tree. Coconut tree is a multi-benefit tree for it gives all-year benefits such as coconut milk, fresh coconut water, coconut leaves for making ketupat (rice cake), veins of coconut frond to make broom, coconut husk for firewood, and others.
 
Different from coconut cabbage, pineapple cabbage is relatively easy to find because it commonly grows luxuriantly in every local’s field. The people even do not have to plant it. This is possibly because pineapple can stand the hot weather of Bangka and does not need special treatment to grow.
 
Coconut / palm cabbage is commonly cooked with coconut milk and many spices like shallot, garlic, galangal, turmeric, chili, shrimp paste, salt, sugar, candlenut, bay leaf, lemon grass, and coriander. On the contrary, pineapple cabbage is cooked using simple spices such as bird’s eye chili, shrimp paste, sugar, and salt, known as lempah darat dish. To have a more appetizing dish, shrimp and meat can be added to both coconut and pineapple cabbage lempah. These dishes are not only delicious but also have nutrition as follows.  
 
Composition
Coconut Cabbage
Oil Palm Cabbage
Pineapple Cabbage
Water
88,83%
89,96%
90,64  %
Ash
0,29 %
1,07 %
1,34 %
Fat
0,23 %
0,51 %
0,51 %
Protein
2,05 %
0,47 %
1,68 %
Carbohydrate
8,60 %
7,99 %
5,83 %
Fiber
0,50 %
1,12 %
0,82 %
Phosphor (P)
68,1682 mg/kg
336,8809 mg/kg
705,1501 mg/kg
Calcium (Ca)
900,7199 mg/kg
1.146,1245 mg/kg
1.309,7946 mg/kg
 

Penulis:  Yuyun Tri Widowati
Translator: Syekh A. Sobri
Editor: Yuliarsih (Bahasa Indonesia)/ Rosy Handayani (English)
Photo: Risnawati

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary