Malam Batik Belitung Timur Fashion Show

Gantung, Belitung Timur -  Seluruh pemenang dari dua event fashion show di Belitung Timur, yakni Batik Belitung Timur Fashion Show dan Belitung Timur Fashion Carnaval hadir kembali memperagakan busana atau kostumnya pada Malam Batik Belitung Timur Fashion Show, di Dermaga Kirana atau Rumah Keong, Kamis (11/10/2018) malam.

Acara ini merupakan puncak dari serangkaian acara yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya, yakni Batik Belitung Timur Fashion Show pada Rabu (9/10) dan Belitung Timur Fashion Carnaval pada Kamis (10/10).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur, Evi Nardi dalam sambutannya mengatakan bahwa event pariwisata yang dilaksanakan merupakan upaya untuk mengangkat dan mempromosikan pariwisata Belitung Timur.

“Melalui sejumlah kegiatan yang kita laksanakan, kita berupaya mengangkat dan mempromosikan pariwisata yang ada di Belitung Timur. Hingga saat ini sudah beberapa agenda yang sudah dilaksanakan, seperti Pemilihan Bujang Dayang Belitung Timur, Belitung Timur Wonderful, Atraksi Seni dan Budaya, serta Festival Seni Budaya Belitong,” kata Evi.

Total pemenang berjumlah 24 orang, yakni 18 orang pemenang Batik Belitung Timur Fashion Show dan 6 orang pemenang Belitung Timur Fashion Carnaval. Evi menambahkan bahwa pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang, piagam penghargaan, dan trophy.

“Seluruh pemenang dari Batik Belitung Timur Fashion Show dan Belitung Timur Fashion Carnaval akan mendapatkan hadiah berupa uang dan piagam penghargaan, serta trophy,” tambahnya.

Evi juga berharap dapat meningkatkan kualitas event, baik dari sisi peserta dan juga skala pelaksanaan.

“Kita berharap kedepannya event-event pariwisata ini dapat terus bertambah pesertanya, terutama yang dari luar Belitung Timur. tidak hanya berskala lokal saja, tapi event-nya juga dapat menjadi event berskala nasional, agar menjadi suatu daya tarik bagi wisatawan,” harapnya.

Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza yang membuka acara menyatakan rasa bangganya terhadap generasi muda yang berkreativitas dengan batik.

“Saya sangat bangga sekali, kaum muda kita sangat bersemangat mengikuti event ini. Mereka brekreasi dengan salah satu aset budaya daera kita, yakni batik Belitung Timur,” kata Yuslih.

Yuslih melanjutkan bahwa batik merupakan bagian dari akar budaya dan identitas bangsa. Sehingga harus diteruskan kelestariannya oleh generasi muda.

“Indonesia dikenal dengan batiknya yang mendunia. Batik nusantara telah memperkaya dan menguatkan identitas bangsa Indonesia. Untuk itu, kaum muda harus mampu menjaga kelestariannya melalui kreativitas,” lanjutnya.

Yuslih berpesan agar generasi muda dapat terus berkarya dalam hal positif dan ikut membantu pemerintah dalam pembangunan pariwisata daerah.

“Masa depan pariwisata ada di tangan generasi muda kita. Berkarya sesuai dengan bidang yang disenangi secara positif, dan salah satunya melalui partisipasi pembangunan pariwisata,” pesannya.

Penulis   : Ernawati Arif (Pranata Humas Disbudpar Babel)

Foto        : Ernawati Arif