Malam Pertama Yendri Tampil 15 Besar Liga Dangdut Indonesia

Pangkalpinang – Penampilan pertama Yendri pada Konser Final Top 15, Group 1 Show, Liga Dangdut Indonesia (LIDA) mendapat sedikit nasehat dari dewan dangdut. Dewan dangdut menilai bahwa penampilanYendri emosional, egois, bernafas pendek, dan tidak kompak dalam koreo. 

Meski demikian, penampilan Yendri tersebut mendapatkan 3 (tiga) standing applause dari dewan dangdut, yakni Dewi Perssik, Rita Sugiarto, dan Erie Suzan. Yendri tampil berduet dengan Sahabat Duta, Ical membawakan lagu Ghibah karya Rhoma Irama.

Dewi Perssik selaku dewan dangdut yang pertama kali memberi koreksi perihal tempo dan emosi dalam berduet.

“Kalian harus bisa mengontrol emosi. Duet itu tidak semudah bernyanyi solo, karena perlu mengendalikan emosi. Bagaimana kalian itu bisa “kawin”, harmonisasinya dapet,” kata Dewi.

Dewi melanjutkan, “Kemudian Yendri kelihatan emosional ketika menyanyikan kata “ghibah” dan selalu menyanyikan lebih panjang dari teman duetnya, yang seharusnya bersamaan,” lanjut Dewi.

Soimah yang memberikan penilaian kedua mengatakan bahwa penampilan Yendri egois. “Kalau tampil berdua, jangan egois. Ini yang dinilai pesertanya. Ical, Puteri, dan Aulia ini membantu peserta, bukan saingan peserta. Jadi, tidak perlu menggebu-gebu mengalahkan pasangan duetnya, karena harus kompak,” kata Soimah.

Senada dengan penilaian Dewi Perssik, Soimah juga menilai bahwa penampilan Yendri emosional dan egois.

“Yendri kelihatan emosi dan egois dapat dilihat ketika mereka berganti-gantian. Itu membuat nafasnya pendek. Emosional yang tinggi juga membuat Yendri tidak hafal lirik. Harusnya Yendri fokus dan kompak dengan teman duetnya,” tambah soimah.

Menurutnya, Indosiar memberikan tantangan kepada peserta berduet dengan Sahabat Duta bukan lah tanpa alasan. Dalam ajang ini tidak hanya vokal yang dinilai, namun juga attitude. Tantangan ini juga untuk mengolah para calon bintang agar siap secara keseluruhan dalam berlaga di LIDA Asia.

Senada hal tersebut, Rita Sugiarto mengatakan Yendri perlu membangun hal penting lainnya, yakni power dan tempo.

“Saya tahu Yendri adalah peserta yang berkualitas, tapi tetap ada yang harus dibangun yakni power dan tempo. Tapi, walau bagaimana pun juga itu adalah karakter kamu. Mudah-mudahan nanti Yendri bisa mendapatkan lagu yang lebih tepat,” kata Rita.

Sementara Erie Suzan berpendapat bahwa malam ini Yendri memberikan penampilan dengan sisi karakter yang berbeda.

“Beberapa kali aku melihat Yendri dari rumah, ternyata Yendri bisa menyanyi dengan sisi karakternya yang lain, dan dia keluar dari zona amannya. Yang pasti kritikan dan masukan malam ini adalah sangat berharga untuk menjadi lebih baik,” kata Rita.

Inul Daratista berpesan kepada semua peserta untuk tampil ikhlas sejak masuk 15 besar.

“Ini sudah 15 besar. kalian harus tampil ikhlas. Anggap ini adalah penampilan terakhir kalian. Karena walau bagaimana pun, kalian tertantang untuk memenangkan 3 besar, dan itu sangat berat sekali. Apalagi kalian membawa nama provinsi masing-masing,” ucap Inul.

Inul meyakinkan peserta bahwa setiap usaha atau kerja keras yang diberikan peserta akan menghasilkan sesuatu yang baik.

Kemudian Rosalina Musa, juri dewan dangdut asal Singapura mengatakan bahwa Yendri harus dapat menyesuaikan ekspresi wajah dengan lagu yang dibawakan.

“Lagu ini lagu nasehat. Sepatutnya, ekspresi muka kamu menasehati orang, bukan stress,” kata Rosalina yang juga dipanggil Kak Ros.

Di akhir penampilannya, Yendri mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memberi dukungan melalui sms (short message service) dengan mengetik “LIDA (spasi) YENDRI” ke nomor tujuan 97288.

Selanjutnya, Yendri bersama 2 (dua) peserta lainnya, yakni Mahania asal Bali dan Selfi asal Sulawesi Selatan akan kembali tampil besok malam pada Konser Final Top 15 Group 1 (malam ke-dua), sebagai malam penentuan untuk lolos ke babak selanjutnya.

 

Penulis                   : Ernawati Arif (Prahum Disbudpar Babel)

Foto                        : video.com