Menara Air Minum

Bahasa Indonesia/ English

Bahasa Indonesia

Menara Air Minum (Watertoren) terletak di Kompleks Perumahan Timah Bukit Baru, di sisi sebelah Utara jalan Anggrek, berada pada  02º06’49” LS-106º06’26” BT (48 M 0623142 mU-9766332 mT). Bentuk bangunan mirip dua tangki raksasa berukuran 12,6 m x 9,6 m, tinggi 5 m, diameter 8,25 m, ditopang instalasi bangunan yang terdapat pipa-pipa besar berfungsi untuk menyuplai air kepada pelanggan di Pangkalpinang. Menara Air Minum dibatasi 6 tugu pembatas (patok) yang dibuat dari batu granit.

Menara Air Minum (watertoren) berangka tahun 1932 M, adalah bagian dari fasilitas instalasi air minum yang dibangun Pemerintah Hindia Belanda, direncanakan pembangunannya sejak residen A.J.N. Engelenberg (memerintah tahun 1913-1918 Masehi) dan pembangunannya dimulai masa pemerintahan Residen J.E. Edie (memerintah tahun 1925-1928 Masehi). J.E. Edie melakukan penelitian mencari sumber baku air bersih untuk Pangkalpinang pada tahun 1927 Masehi. Pada tahap awal pencarian didapat tiga lokasi alternatif yaitu di Gunung Doel, di Sungai Nyelanding dan di Gunung Mangkoel. Sumber air baku di Gunung Doel, debit atau volume airnya sangat sedikit, sedangkan Sungai Nyelanding tingkat kekeruhan airnya sangat tinggi, sehingga dipilihlah alternatif ketiga yaitu sumber air yang berada di Gunung Mangkoel atas saran seorang ahli bernama Bas van Hout.

Pembangunan fasilitas air minum untuk Kota Pangkalpinang kemudian dilanjutkan pada masa Residen Hooyer, DG yang menjadi Residen Bangka pada tahun 1928-1931 Masehi. Pembangunan fasilitas air minum Pangkalpinang dilakukan oleh aannemer (kontraktor) Toko Lindeteves Stokvis Betawi dengan kontrak sekitar Tiga ratus ribu rupiah. Sebagian besar dana pembangunan diperoleh dari kas geemente kampung yang dipinjamkan dengan bunga sebesar 60 persen setahun. Fasilitas air minum Pangkalpinang kemudian dikelola oleh Plaatselijk Fonds yaitu satu badan yang mengelola dan mengurus Eigendom (milik) Pemerintah Hindia Belanda, dan badan ini mengurus dana/keuangan yang diperoleh dari pajak, opstalperceelen, reklame, minuman keras, retribusi pasar, dan penerangan jalan, semuanya berdasarkan verordening/peraturan yang berlaku. Menara Air Minum merupakan Cagar Budaya Kota Pangkalpinang (Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : PM.13/PW.007/MKP/2010, tanggal 8 Januari 2010) dan dilindungi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Sumber: http://wonderfulpangkalpinang.info


English:

Water Tower

Situated in Bukit Baru Tin official residence on the northern side of Anggrek Street, this water tower (watertoren) is at latitude 02º06’49” south and longitude 106º06’26” east. Designed to resemble two huge tanks, it measures 12.6 m times 9.6 m, with 5 m in height and 8, 25 m in diameter equipped with big pipes to provide the city with clean water. The construction is bounded by six granite pole markers.

Constructed in 1932as a part of water purification installation, Dutch Colonial Administration had planned to build this tower since Pangkalpinang residency was under a resident or Dutch officeholder named A.J.N. Engelenberg (1913 – 1918) and started to be erected under the administration of J.E. Edie (1925 – 1928) after he conducted a research to find a clean water resource for the city in 1927. There were actually three alternative locations in the beginning of the research, Doel Hill, Nyelanding River and Mangkoel Hill. Unfortunately, Doel Hill had a low water level and Nyelanding River had a high level of turbidity, so the final option was only the water resource at Mangkoel Hill which was also suggested by an expert named Bas Van Hout.

The construction of water purification installation was continued under Resident Hooyer, DG(1928 – 1931). The aannemer or contractor taking in charge in this work was TokoLindetevesStokvisBetawiwith a total contract of around three hundred thousand rupiahs. Half of the construction funds were from city treasury which had to be paid back along with its 60 % interest each year. This facility was under control of PlaatselijkFonds, an administration agency which also carried out the responsibility to manage funds-collected based on regulation (verordening) imposed on tax, opstalperceelen, advertisement, liquor, market fee – a payment for the use of administration service or facility – and street light. This water tower is the cultural heritage of Pangkalpinang enacted in the Regulation of Minister of Culture and Tourism Number PM.13/PW.007/MKP/2010 stipulated on 8th January 2010 and also protected by Law Number 11 of 2010 on Cultural Heritage.

Source: http://wonderfulpangkalpinang.info
Cultural Tourism
Pangkalpinang City

Translator: SAS

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Kota Pangkalpinang, Heritage
Kota Pangkalpinang, Heritage
Kota Pangkalpinang, Heritage
Kota Pangkalpinang, Heritage
Kota Pangkalpinang, Heritage