Ngenjungak

 
Bahasa Indonesia/ English
 
Ngenjungak adalah bahasa Belitong yang berarti melihat. Ngenjungak sebenarnya adalah Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Belitung Timur, yang terletak di jalan Raya Gantong, Desa Padang, Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Selain berfungsi sebagai kantor pemerintahan, kantor ini juga dibuat menjadi salah satu destinasi di Kota Manggar.
 
Ngenjungak dapat dikenali dari cat bangunan berwarna mencolok.  Saat memasuki lobi bangunan, pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai jenis kerajinan khas Belitong seperti peralatan tradisonal masyarakat dan barang-barang peninggalan kapal tenggelam yang dipajang di teras depan. Disediakan pula foto Baju Adat Belitung yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk berfoto seakan- akan sedang menggunakan pakaian adat Belitong. Pengunjung cukup memasukan  kepala ke dalam lobang kepala yang sudah disediakan tanpa harus repot mengenakan pakaian adat.
 
Pengunjung juga dapat melihat Spot Sejarah di Ngenjungak. Spot ini adalah pojok untuk memamerkan barang-barang yang biasa digunakan oleh masyarakat jaman dulu. Di Ngenjungak juga terdapat  Rendezvous Spot, Gambangan, Bon Bon dan Mon Mon, Museum Kopi Mini, serta Ruang Budaya.
 
Di Museum Kopi Mini, kita bisa menjumpai beberapa jenis kopi dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta dari beberapa daerah di Indonesia. Museum ini dibuat untuk memperkuat citra Manggar sebagai ibu kota Kabupaten Belitung Timur dengan julukannya sebagai “Kota 1001 Warung Kopi”.
 
Pengunjung, jika sedang beruntung, juga dapat melihat atraksi memberi makan buaya muara bernama Bon Bon  yang telah dipelihara sejak kecil oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur. Sementara, Mon Mon adalah nama seekor hewan nocturnal tarsius bancanus Saltatore, yang oleh masyarakat Belitong disebut Pelilean atau Mentilen dalam bahasa Bangka. Binatang ini diperoleh dari warga setempat yang kemudian diserahkan kepada Dinas untuk dipelihara di kebun binatang mini Ngenjungak.
 
Pelaminan Belitong di Ruang Budaya
 
Ngenjungak juga memiliki Ruang Budaya yang menjadi etalase berbagai artefak budaya masyarakat Pulau Belitong. Salah satu artefak yang dipamerkan adalah alat-alat  permainan magis Antu Bubu dan foto-foto saat permainan itu berlangsung. Pada waktu tertentu, terdapat pula atraksi Batu Berputar yang sangat unik, dimana pengunjung dapat menginjak sebuah batu yang akan berputar sesuai arah putaran yang dipikirkan.
 
Di Ruang Budaya, juga terdapat Pelaminan Belitung, yang dapat dijadikan tempat berfoto dengan latar pernikahan ala Belitong. Di depan pelaminan terdapat tiruan makanan yang disajikan di atas dulang, yang disesuaikan dengan tata cara adat masyarakat Belitong ketika melakukan Makan Bedulang.
 
Ngenjungak dapat dilakukan setiap hari kerja dari pukul 08.00 sampai 16.00, dan dari pukul 09.00 sampai 15.00 pada Sabtu dan Minggu.

NGENJUNGAK

Ngenjungak is Belitong term for word “look”. However, it also refers to local Culture and Tourism Office located on Gantong Street, Padang village, Manggar, Belitung Timur regency. Not only an office, but this building is also functioned as one of Manggar tourist destinations.

 
Ngenjungak can easily recognized by its eye-catching color. You will see various typical Belitong handicrafts displayed in the lobby, besides valuable artifacts from sinking ship loads. For photography lovers, the replica of Belitong traditional clothes is available to adjust your style. You only need to insert your face into the head part of the clothes replica – voilà! An interesting photo is yours.
 
Ngenjungak also has a spot to display traditional utensils used by the community in the old days. To make it more interesting to visit, it has rendezvous spot, Gambangan, Bon Bon and Mon Mon, Mini Coffee Museum, and cultural room.
 
Various types of coffee from many areas of Bangka Belitung province and other places in Indonesia can be found in the coffee museum. It is to support the image of Manggar, the capital city of the regency, as the city of 1001 coffee shops.
 
If you are lucky, you can see estuary crocodile feeding attraction. The crocodile, Bon Bon, has been raised by the head of Cultural and Tourism office since it was a little one. You can also see Mon Mon, the spectral tarsier / tarsius, known as pelilean or mentilen in the local term. Mon Mon was found by the local and handed over to the office to be preserved in the mini zoo.
 
Stepping into the cultural room, you can see various equipment of Belitong community. One of them is a tool used in performing a magical game of antu BubuBubu is a river trap made of wire netting and bamboo, while antu means ghost. A set of photos is also displayed to illustrate the game. Sometimes you can see spinning stone attraction. You can have fun by stepping on the stone and it will spin around in the direction mapped by your mind.
 
You can also take a picture by sitting on Belitong pelaminan or wedding dais where the groom and bride sit together in this room. In front of it, a set of artificial food is served on traditional trays known as dulang to illustrate Belitong communal feast, namely makan bedulang.
 
You can visit Ngenjungak every day. It opens from 8 a.m. to 4 p.m. on working days and 9 a.m. to 3 p.m. on Saturday and Monday.

Penulis :Risnawati
Translator: S.A. Sobri
Editors: Yuliarsih (Bahasa Indonesia)/ Rosy Handayani (English)
Photo: Disbudpar Beltim,  Rusni

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Culture and Arts, Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur
Culture and Arts, Kabupaten Belitung Timur
Culture and Arts, Kabupaten Belitung Timur
Culture and Arts, Kabupaten Belitung Timur
Culture and Arts, Special Interest, Kabupaten Belitung Timur