Pantai Batu Atap

 
Bahasa Indonesia/ English
 
Pantai Batu Atap adalah sebuah lokasi pantai yang paling menarik minat para pencari uang. Pada masa dulu, Pantai Batu Atap sama seperti Pantai Romodong dan Penyusuk, merupakan pantai berpasir putih yang landai sehingga menarik pengunjung untuk berenang dan bermain pasir. Jika di Pantai Romodong dan Pantai Penyusuk terdapat banyak bebatuan granit, maka di Pantai Batu Atap ini kita tidak akan menemukan bebatuan granit tersebut. Sebaliknya, jalan menuju kawasan pantai ini berupa hutan belantara dan lokasi reklamasi dari PT. Timah dan pantainya dipenuhi dengan tanaman kelapa yang tumbuh secara liar. Ada juga tambang – tambang timah tradisional milik masyarakat lokal yang masih beroperasi di sepanjang jalan menuju ke pantai. Pantai ini sering dijadikan lokasi perkemahan anak – anak pramuka dan pencinta alam karena kondisi alamnya yang sejuk dan teduh serta kemudahan akses air tawar di sekitar pantai tersebut.
 
Beberapa tahun belakangan, di pantai ini sempat terjadi aktifitas penambangan inkonvensional dimana para penduduk dan pendatang berlomba lomba mengeruk timah laut dengan cara yang tradisional. Aktifitas ini sebenarnya illegal, namun sulit untuk ditertibkan oleh pihak aparat setempat karena sudah menjadi mata pencaharian warga. Dengan banyaknya hasil timah laut yang diperoleh para penambang, membuat para pendatang semakin bernafsu untuk mengais rejeki di daerah ini sehingga kemudian mendirikan tenda – tenda yang lama kelamaan semakin bertambah banyak dan memadati kawasan lokasi pantai. Semakin banyaknya warga pendatang yang memadati kawasan pantai diiringi dengan aktifitas perusakan kawasan wisata, membuat banyak penduduk lokal yang memprotes kegiatan tersebut. Akhirnya pemerintah setempat menertibkan kawasan Pantai Batu Atap sehingga kembali bersih dari aktifitas penambangan illegal tersebut.
 
Pantai ini terletak di Desa Plaben, Kelurahan Bukit Ketok, sebelah utara Pulau Bangka, Kota Belinyu, Kabupaten Bangka. Jarak menuju pantai ini ± 15 km dari pusat kota Belinyu menggunakan kendaraan pribadi maupun sewaan melalui jalan yang sama dengan arah menuju pantai Romodong dan Pantai Penyusuk. Sebelum mencapai pertigaan menuju Pantai Romodong dan Penyusuk, kita berbelok  ke jalan tanah di sebelah kanan disamping masjid kecil dan masuk ke dalam ± 2 km dengan  kondisi jalan tanah yang agak kurang rata, diakibatkan oleh aktifitas penambangan yang dilakukan dilokasi menuju pantai tersebut. Anda ingin menyaksikan jejak “wisata tambang di pantai” untuk memenuhi keinginan tahuan tentang dampak penambangan timah di laut Pulau Bangka ? Datang saja ke tempat ini.
 

 
Batu Atap Beach is the most attractive beach for those looking for money. Long time ago, Batu atap beach was similar to Romodong and Penyusuk Beaches, which are white-sanded sloping beach so that people love to swim and playing sands there. Different from Romodong and Penyusuk that have a lot of granites, such a view will not be found at Batu Atap. We can see forest and reclamation area of PT. Timah along the way to this beach. Batu atap is fulfilled by coconut tree which grows wildly. There are also some conventional mine fields managed by the local citizens. This beach is often used as a camping area by members of scout, as well as association for environmental and adventure activity because of its calm, coolness, and it’s easy to get clean water there.
 
In past few years, there were some unconventional mining activities at the beach, done by the citizens. They exploit tin from the sea traditionally. It is actually an illegal activity; however, it is very hard to stop it because this is one of the citizens’ jobs. That the citizens get a lot of tins makes the visitors desired to catch them too. It makes the visitors pitch their tents that are getting more and more and over populated. The more people destroying Batu Atap beach make the local citizens protest such an activity. Finally, the local government kept it in order. So that the beach is free of such a mining activity.
 
This beach is located in Plaben Village, Bukit Ketok, north of Bangla island, Belinyu subdistrict, Bangka region. The beach takes ±15 km from the central of Belinyu, by either personal or rent vehicle, through the same road to Romodong  and Penyusuk Beach, before a T-intersection heading to Pantai Romodong and Penyusuk, turn right, and we will find a side road besides a mosque. Then we walk ± 2 km through a bumpy road, due to mining activity along the way to the beach. Do you want to see” the trace of mining tourism at beach” to satisfy your curiosity about the effect of tin mining in Bangka Island? Please come to Batu Atap Beach.

Naskah: Risnawati
Translator: Rita Eviyanti
Editor: Gunawan
Photo: Rusni

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka