Pantai Tanjung Gudang

 
Bahasa Indonesia/ English
 
Tanjung Gudang adalah pantai dibagian barat laut Pulau Bangka, yaitu dekat Kota Belinyu, Kabupaten Bangka yang sekarang dijadikan pelabuhan kapal penumpang dengan dermaga kayu sepanjang 50 meter. Jarak menuju pantai ini ± 4 km ke arah barat dari pusat kota Belinyu dan dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum dari terminal kota.
 
Pada zaman dulu, pelabuhan ini merupakan tempat bongkar muat kapal barang dari dan ke pulau Bangka untuk kemudian didistribusikan ke daerah-daerah lain. Pada masa itu, Pelabuhan Belinyu merupakan pintu gerbang utama memasuki pulau Bangka, sehingga PT. Timah Tbk. menjadikan kota ini sebagai salah satu pusat kegiatan mereka. Sejak zaman Belanda, kota ini sudah menjadi lokasi lahan pertambangan yang menguntungkan, baik lokasi di darat maupun di perairannya, sehingga banyak bangunan – bangunan khas Belanda yang dibangun di kota ini.  Tak jauh dari pelabuhan pada zaman dulu dibangun tempat pembangkit tenaga listrik terbesar yang mampu mensuplai listrik masyarakat seluruh pulau Bangka bahkan hingga ke Palembang Sumatera Selatan.  Namun kini bangunan tersebut telah dibongkar dan beralih fungsi menjadi perumahan penduduk dan dikenal dengan nama Perumnas Mantung.
 
 
Pada waktu – waktu tertentu, Pelabuhan ini dipenuhi olah kapal kapal industri yang masih melakukan aktifitas bongkar muat di pelabuhan tersebut, sehingga menarik perhatian warga untuk bersantai dipinggiran kapal atau berfoto dengan latar belakang kapal – kapal tersebut. Kapal penumpang besar biasanya berlabuh 2 minggu sekali dengan rute Batam-Bangka-Jakarta atau sebaliknya, sehingga menjadi sumber ekonomi bagi warga sekitar dengan berjualan makanan – makanan bagi pengunjung pelabuhan.
 
Saat ini, Pelabuhan Belinyu atau Pantai Tanjung Gudang sering dijadikan tempat memancing bagi para pehobi serta menjadi tempat rekreasi bagi anak - anak muda di sore hari untuk sekedar menikmati matahari terbenam dan pada malam hari sambil menikmati suasana malam di laut ditemani bintang - bintang terutama pada saat langit sedang cerah.
Suasana pelabuhan pada sore hari sangat ramai, anak – anak muda memanfaatkan lokasi parkir pelabuhan sebagai tempat bersantai atau latihan berkendara. Terkadang juga dimanfaatkan sebagai arena bermain futsal. Ada semacam aturan tidak tertulis bagi masyarakat Belinyu yang merantau ke luar daerah untuk melepas kangen dengan teman – teman dan sanak family di pelabuhan pada saat liburan sekolah dan lebaran.
 
Pelabuhan belinyu (Haryadi - Adhi Studio)
 
Pada malam hari, pemandangan laut yang gelap dengan hiasan lampu lampu kapal di kejauhan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan warga sekitar untuk sekedar duduk – duduk dipinggiran pelabuhan sambil mendengar suara ombak yang berdebur dipembatas pantai. Beberapa warga juga sering memanfaatkan waktu musim sotong untuk memancing sotong pada malam hari di sepanjang pelabuhan. Lampu – lampu yang digunakan untuk memancing kedatangan hewan bertentakel ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
 
Situated in the northwest of Bangka Island, this beach is now a passenger port with a fifty meters wooden quay. It’s only about 4 km away to the west of Belinyu, Bangka regency, and can be accessed by private or public transportation from town bus station.
 
 This was a container port in the old days for loading and unloading goods to be distributed to other regions. Because it was also an entry port to Bangka Island, no wonder state-owned tin company, PT. Timah Tbk., developed Belinyu as one of the centers in mining activities. In fact, both of its land and waters have been profitable mining area since Dutch colonial era. That’s why there are so many Dutch architectural buildings in this town. Besides that, not far from the downtown, there was the biggest generator to supply electricity for the island and even to Palembang, South Sumatera. Unfortunately, the generator had been demolished and turned into a housing complex known as Perumnas Mantung.
 
In particular time, this port will be bustled of loading and unloading activities of container ships. The port grabs people’s attention to enjoy it or take a picture with ships as a background. Passenger ship is usually anchored once a fortnight serving the route from Batam to Bangka and then Jakarta or the way around. It becomes the source of income for the people living around it by selling various kinds of food to those enjoying the port.
 
This port or beach becomes a fishing spot for anglers and a recreation ground for youth to enjoy sunset in the afternoon and clear starry sky at night. It’s a lively ground in the afternoon. Some youngsters spend their time by relaxing, some others practicing riding motorcycle, and sometimes they play futsal. There is an unwritten rule for the community staying outside Belinyu to gather with their friends and relatives here in this port at school or lebaran holiday.
 
At night, dark sea decorated with flickering light of fishing boat at the distance is another interesting point of this area. Tourists and local people spend their time sitting on the port while listening to the gentle sound of waves lapping the sand. Some people also fish squid at night along the quay in particular time. The light they used to attract the tentacle sea creature also attracts the tourists to watch this special attraction.

Naskah: Risnawati
Translator: S.A. Sobri
Photos: Rusni, Haryadi (Adhi Studio)

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka