Pantai Tanjung Kalian

 
Bahasa Indonesia/ English
 
Pantai Tanjung Kalian merupakan pantai di Kabupaten Bangka Barat yang memiliki sebuah mercusuar tua (1862) setinggi 65 meter. Pantai ini berjarak sekitar 9 kilometer dari pusat kota Muntok, dan menjadi pantai yang paling sering dikunjungi di kabupaten Bangka Barat karena letaknya tepat di sebelah Pelabuhan Tanjung Kalian, pelabuhan yang menghubungkan Pulau Bangka dengan Pulau Sumatera.
 
Pantai Tanjung Kalian berpasir putih dan tidak memiliki batu-batu granit raksasa seperti kebanyakan pantai di Bangka Belitung. Terdapat banyak Pohon Ketapang di pantai. Pantai ini juga menjadi saksi sejarah karena menjadi salah satu pantai yang sering dikunjungi Bapak Pendiri Bangsa, Ir. Soekarno, saat dibuang di masa – masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
 
Pantai ini juga menjadi saksi sejarah kelam tragedy Pembunuhan Massal (Banka Massacre) yang terjadi pada masa perang Dunia II. Pada Bulan Februari 1942, kapal Vyner Brooke yang membawa serdadu luka serta 64 perawat Australia dari Singapura di tenggelamkan oleh Tentara Jepang. Sebanyak 22 orang yang selamat dari pemboman kapal kemudian menyerahkan diri, namun mereka dibunuh. Hanya 1 orang perawat yang selamat dari peristiwa tersebut. Untuk mengenang para korban Bangka Massacre, dibangun tugu memorial di pantai, di depan menara suar tanjung Kalian.
 
Pantai ini biasanya ramai dikunjungi warga di sore hari. Biasanya orang-orang datang untuk bersantai sambal menikmati otak-otak dan empek-empek yang banyak dijual oleh warga sekitar. Di dekat Pantai Tanjung Kalian terdapat Pantai Asmara dan Pantai Batu Rakit yang juga sering dikunjungi terutama pada hari libur.

Tanjung Kalian Beach is located in Bangka Barat Region. It has a 65 meters old lighthouse, built in 1862. Tanjung Kalian beach is 9 kilometers away from the central of Muntok city, and becomes the most visited beach in Bangka Barat region because it is located beside Pelabuhan Tanjung Kalian, a port connecting between Bangka Island and Sumatera Island.
 
Tanjung Kalian beach has white sand but it does not have any huge granite like other beaches in Bangka Belitung. This beach also has a lot of Ketapang trees. It is also a witness of history because it is often visited by our founding father, Ir. Soekarno, when he was isolated in the colonial era.
 
This beach also witnessed Bangka Massacre, happened in World War II. In February 1942, Vyner Brooke Ship, carrying soldiers as well as 64 Australian nurses from Singapore, was sunk by Japan Soldiers. As many as 22 passengers who were safe from the bombing surrendered, but they were still killed; only one nurse was safe from that tragedy. To remember the victims of Bangka Massacre, a monument was built as a memorial monument. It is placed in front of the lighthouse of Tanjung Kalian.
 
Many people usually visit Tanjung Kalian beach in the afternoon. They come here to chill out and enjoy otak-otak and pempek that are sold by local citizens. Near Tanjung Kalian beach, there is Asmara Beach and Batu Rakit Beach which are often visited especially at the weekends.

Naskah: RB/GP
Translator: Rita Eviyanti
English Ed.: Gunawan

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat